Berita Semarang

Mahasiswa Psikologi Undip Semarang Diduga Lecehkan Teman, Korban Dicekoki Minuman Keras saat Curhat

Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
UNSPLASH/NADINE SHAABANA
Ilustrasi pelecehan seksual. Mahasiswa Psikologi Undip Semarang dikabarkan melakukan kekerasan seksual kepada teman. Korban dicekoki minuman keras saat curhat. 

NJI adalah mahasiwa psikologi yang selalu membantu korban jika korban butuh teman cerita karena rasa sedih dan stres yang dialami.

Bukan pertama itu korban menceritakan masalahnya kepada NJI.

Menurut korban, NJI merupakan pendengar yang baik atau good listener.

Selanjutnya, korban dan NJI berjanji bertemu di depan kos korban (kos khusus perempuan) karena biasanya, korban dan NJI berinteraksi di depan kosan korban.

Namun, kala itu, NJI menyarankan korban datang ke kos NJI.

Baca juga: Adanya Deklarasi Dukungan Ganjar, Rektor Undip Tegaskan Netral Tak Mendukung Satu Kandidat Capares

Sesampai di kos, NJI mengajak korban masuk ke kamar dan ditawari meminum alkohol.

Korban sempat menolak tetapi akhirnya minum bersama.

Ketika terpengaruh alkohol itu, korban mendapatkan kekerasan seksual dari NJI.

Dalam utas, korban mengaku terlalu percata pada NJI sehingga mau menenggak miras di kos NJI.

"Benar, kita tidak seharusnya percaya 100 persen terhadap orang. Tetapi, bukan berarti kita bisa menjustifikasi perbuatan pelecehan seksual," tulis utas tersebut.

Tanggapan Kampus dan Polisi

Terkait kejadian ini, Wakil Rektor I Undip Budi Setiyono menuturkan, kampus sedang mempelajari kasus tersebut.

Langkah itu sesuai peraturan Rektor No 13 Tahun 2022 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Lingkungan Universitas Diponegoro.

Dalam aturan itu dijelaskan, korban dapat mengadukan atau melaporkan kejadian yang mereka alami ke Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Diponegoro untuk penanganan lebih lanjut.

"Namun, sejauh ini, kami belum menerima aduan dari korban," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved