Berita Jepara
Isu BPR Bank Jepara Artha Kolaps, Nasabah Ramai-ramai Tarik Tabungan. Berawal 35 Debitur Bermasalah
Nasabah BPR Bank Jepara Artha (Perseroan) ramai-ramai datang ke kantor bank di Jalan A Yani No 62 Pengkol Jepara, Jumat (22/12/2023).
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Nasabah BPR Bank Jepara Artha (Perseroan) ramai-ramai datang ke kantor bank di Jalan A Yani No 62 Pengkol Jepara, Jumat (22/12/2023).
Mereka berniat menari uang tabungan setelah mendengar kabar bank tersebut mengalami kolaps.
Sayang, keinginan mereka tak terkabul. Petugas meminta nasabah datang lagi pada 2 Januari 2024.
Mahmudi (63), satu di antara nasabah tersebut, mengaku sudah tiga kali bolak balik ke kantor bank tersebut dengan tangan hampa.
Kedatangannya pertama terjadi pada Senin (18/12/2023). Namun, hingga Jumat (22/12/2023), dia tidak bisa menarik tabungannya di bank plat merah milik Pemkab Jepara itu.
Ia hanya dijanjikan dilayani pada 2 Januari 2024.
Itupun, nominal yang bisa ditarik hanya Rp10 juta.
Baca juga: Kejati Jateng Periksa 3 Bank Milik Pemerintah, Diduga Terjadi Korupsi Rp 90 Miliar Penyaluran Kredit
Padahal, dia ingin mengambil Rp70 juta dari simpanannya senilai Rp200 juta di BPR Jepara Artha.
"Padahal, saya sangat butuh sekali uang itu karena mau ada hajat. Petugasnya bilang, antrean sudah banyak," kata warga Pakisaji Jepara ini, Jumat.
Hal serupa juga dialami Anita, guru TK Pertiwi Ujungbatu, Kecamatan Jepara.
Ia juga sudah tiga kali ke bank ingin mencairkan tabungan anak didiknya senilai Rp22 juta.
Namun, pihak bank menyatakan, tabungan itu belum bisa dicairkan.
Anita dijanjikan akan dilayani pada 19 Januari 2024.
Sama seperti Mahmudi, tabungan yang bisa ditarik hanya Rp10 juta.
Anita sengaja mengambil uang tabungan anak didiknya setelah muncul isu BPR Jepara Artha kolaps, seperti yang beredar di media sosial yang diikuti.
"Khawatir saja kalau beneran kolaps bagaimana? Karena ini bukan uang saya tapi milik anak didik," ungkap perempuan berkacamata itu, saat ditemui Jumat.
Baca juga: Jelang Musim Baratan, Nelayan di Jepara Digelontor 35,7 Ton Beras Bantuan Pangan
Isu BPR Jepara Artha kolaps memang berseliweran di medsos sepekan terakhir.
Sejak saat itu, para nasabah berbondong-bondong datang ke kantor bank untuk menarik uang simpanan mereka.
Antrean Dibatasi 100 Nasabah Per Hari
Berdasar data yang disampaikan Ubaidur Rohman, petugas pendaftaran penarikan tabungan BPR Jepara Artha, hingga Jumat, ada ribuan nasabah yang bermaksud menarik uang mereka.
Namun, mayoritas tak bisa langsung dilayani karena manajemen sudah membuat ketentuan, setiap hari, hanya ada 100 nasabah yang dilayani.
Imbasnya, terjadi antrean daftar tarikan nasabah.
Hingga Jumat pagi, daftar antrean telah mencapai tanggal 23 Januari 2024.
Jumlah antrean diperkirakan akan terus panjang dan lama. Sebab, setiap hari, ada nasabah yang mendaftar ingin menarik uang mereka.
"Nasabah ada yang datang pukul 02.00 dini hari. Sehingga, pagi hari, kuota 100 nasabah itu sudah habis, ini yang mengakibatkan antrean kian panjang," jelas Ubaidur Rohman yang sehari-hari bertugas sebagai Satpam BPR Jepara Artha ini.
Temuan OJK
Kabar BPR Jepara Artha kolaps muncul ke permukaan seiring temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adanya 35 debitur yang persyaratan jaminannya bermasalah.
Terdapat sekitar 70 hingga 80 bidang agunan yang proses balik nama dan jual beli ke nama debitur belum selesai.
Kondisi itu dianggap bermasalah oleh OJK dan dianggap mengkhawatirkan.
Baca juga: Kirim Pesan Bernada Pamit di Grup Pejabat Pemkab Jepara, Pj Bupati Edy Supriyanta Ikut Diganti?
Rata-rata debitur ini berasal dari luar kota. Di antaranya, Klaten, Yogyakarta, Sleman, Solo, dan Wonogiri.
Akibat permasalahan tersebut, OJK melarang Bank Jepara Artha menyalurkan kredit atau menghimpun dana untuk sementara waktu.
Bank Jepara Artha hanya diperbolehkan melayani penarikan uang nasabah.
Sayangnya, kondisinya tak sepenuhnya lancar sesuai keinginan nasabah bahkan antrean penarikan uang mengular hingga Januari tahun depan.
Hasil audit OJK itu juga diperkuat dengan temuan pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Mengalir ke Pengusaha Sekaligus Timses Caleg
Berdasar data yang diperoleh Tribunbanyumas.com, PPATK menemukan kredit yang diduga bermasalah itu mengalir ke sejumlah nama dan lembaga atau perusahaan.
Satu di antaranya, mengalir ke MIA atau Muhammad Ibrahim Al Asyari.
Hasil penelusuran jejak digital, MIA atau Muhammad Ibrahim Al Asyari tercatat sebagai Dirut PT Bumi Manfaat Gemilang (BMG).
Perusahaan ini menaungi pabrik penggilingan beras yang berlokasi di Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, yang resmi beroperasi pada Rabu (7/6/2023).
Data yang diterima, MIA menerima kucuran kredit dari Bank Jepara Artha sebesar Rp 102 miliar pada kurun waktu 2022-2023.
Dana segar itu mengalir ke 27 rekening debitur.
Baca juga: Tegas, KPU Jepara Larang Peserta Pemilu 2024 Pasang Alat Peraga Kampanye di Kawasan Lapangan Desa
Tak lama setelah pencairan kredit itu, dilakukan penarikan tunai untuk disetorkan kembali ke rekening MIA yang jumlahnya mencapai Rp94 miliar.
Dana yang masuk ke rekening MIA itu kemudian dialirkan kembali ke beberapa perusahaan, di antaranya ke PT BMG, PT PHN, PT NBM, beberapa individu, serta ada juga yang mengalir ke Koperasi Garudayaksa Nusantara.
MIA tak hanya seorang pengusaha, ia juga tercatat sebagai tim sukses caleg.
Pada Pemilu 2019 misalnya, ia menjadi tim sukses Pratitis Mukti Tami yang merupakan caleg Partai Gerindra dengan nomor urut tiga di Daerah Pemilihan V Jawa Tengah, yang meliputi Klaten, Boyolali, Solo, dan Sukoharjo.
Meski begitu, ia bukan kader atau pengurus Partai Gerindra.
Sementara itu, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta enggan berkomentar banyak soal persoalan yang membelit Bank Jepara Artha.
Namun, ia menegaskan, nasabah tak perlu panik sebab uang tabungan di Bank Jepara Artha dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (*)
Baca juga: Jelang Perayaan Natal, Samapta Polres Semarang Cek Keamanan Gereja. Libatkan Tim Jihandak dan K-9
Baca juga: Catat! CFD di Jalan Lawu Karanganyar Ditiadakan Selama Libur Nataru, Dibuka Lagi Februari 2024
Main di Kandang, Persijap Jepara Bertekad Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Arema FC |
![]() |
---|
Warga Mayong Jepara Tega Bunuh Teman Kencan setelah Memadu Kasih, Tak Punya Duit setelah Kalah Judol |
![]() |
---|
Jepara Art Carnival Pikat Wisatawan Asing, Ada Kostum Jembul Tulakan Hingga Macan Kurung |
![]() |
---|
Hilang 1 Tahun, Lansia Jepara Ditemukan di Madiun. Diduga Jalan Kaki 281 Km |
![]() |
---|
Tujuh Pencopet Beraksi saat Konser HUT Jateng di Alun-alun Jepara, 6 HP Berhasil Diselamatkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.