Berita Nasional

Suhartoyo Resmi Menjabat Ketua MK, Pelantikan Tak Dihadiri Ipar Jokowi Anwar Usman

Suhartoyo resmi menjabat ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2023-2028 menggantikan Anwar Usman yang dicopot karena pelanggaran etik berat.

Editor: rika irawati
Youtube Mahkamah Konstitusi RI
Suhartoyo membacakan sumpah jabatan dalam pelantikan sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2023-2028, di Gedung MK, Senin (13/11/2023). Suhartoyo dilantik sebagai ketua baru MK menggantikan ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi), Anwar Usman, yang dicopot MKMK karena pelanggaran berat terkait etik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Suhartoyo resmi menjabat ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2023-2028 menggantikan Anwar Usman yang dicopot karena pelanggaran etik berat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai ketua MK berlangsung di gedung MK, Senin (13/11/2023).

Namun, acara ini tak dihadiri Anwar Usman.

"Pak Anwar Usman tidak hadir," ujar Kepala Subbagian Humas MK Mutia Fria, Senin (13/11/2023).

Komitmen Memulihkan Kepercayaan Publik

Sementara, ketua baru MK Suhartoyo, mengaku siap memulihkan kepercayaan publik terhadap MK.

Dia pun sempat menangis ketika menyampaikan pidato pelantikan.

Suhartoyo berpidato sekitar delapan menit.

"Kepada para kolega saya, Yang Mulia para Bapak dan Ibu Hakim...," kata Suhartoyo sebelum tercekat membendung tangisnya.

"Mari kita membangun kembali sinergi persaudaraan dan juga kebersamaan dalam bekerja," lanjutnya.

Baca juga: Suhartoyo Terpilih Jadi Ketua Baru MK Gantikan Ipar Presiden Jokowi Anwar Usman: Kami Siap Dikritik

Ia kemudian mengambil jeda sejenak untuk menenangkan diri sesaat dalam acara yang tidak dihadiri Anwar Usman itu.

"Masih terdapat tuntutan publik yang perlu kita penuhi dan capai bersama, khususnya upaya untuk meningkatkan kualitas putusan sebagaimana telah menjadi salah satu misi kelembagaan Mahkamah Konstitusi," kata Suhartoyo.

Ia menegaskan, dirinya akan memperkuat dukungan penanganan perkara konstitusi, sekaligus meningkatkan motivasi serta rasa memiliki pegawai MK agar tercipta suasana kerja yang semakin harmonis, terarah, dan seimbang di MK.

Ia mengilas balik bagaimana MK selama beberapa waktu terakhir diterpa krisis kepercayaan masyarakat.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin memulihkan kepercayaan publik dimaksud, walaupun kami menyadari hal tersebut tidak mudah dilakukan seperti membalik telapak tangan," ujar Suhartoyo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved