Gunung Slamet Waspada

Gunung Slamet Waspada, Terjadi Peningkatan Suhu di Dua Mata Air

Peningkatan suhu juga terjadi dua mata air yang berada di lereng Gunung Slamet. Kenaikan suhu biasanya dikarenakan magma naik ke permukaan.

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Gunung Slamet terlihat menjulang tinggi dari Pos Pantau Gunung Slamet Gambuhan yang ada di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. Terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Saat ini status Gunung Slamet naik level menjadi Waspada (Level 2) dari Normal (Level 1). Peningkatan suhu juga terjadi dua mata air yang berada di lereng Gunung Slamet. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Saat ini status Gunung Slamet naik level menjadi Waspada (Level 2) dari Normal (Level 1).

Peningkatan suhu juga terjadi dua mata air yang berada di lereng Gunung Slamet.

Kenaikan suhu biasanya dikarenakan magma naik ke permukaan mendekati sumber air panas.

Baca juga: BREAKINGNEWS, Status Gunung Slamet Naik Waspada, Warga Dilarang Beraktivitas Radius 2 Km

Pengukuran suhu dilakukan di tiga titik yakni di Mata Air Panas Sicaya, Pengasinan, dan Pandansari.

Pengukuran suhu mata air panas di Sicaya berfluktuasi pada rentang 54 – 60 derajat Celcius, dan saat ini cenderung terjadi penurunan suhu mata air panas.

Sedangkan suhu di Pengasinan berfluktuasi dalam rentang 47 – 53 derajat Celcius sedangkan di Pandansari berfluktuasi dalam rentang 40 – 47 derajat Celcius, dan saat ini cenderung mengalami peningkatan.

Diberitakan sebelumnya, dalam keterangan tertulis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung yang berada di lima kabupaten (Purbalingga, Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal,) ini mengalami kegempaan.

Baca juga: Marcell Siahaan Bandingkan dengan Dieng Saat Manggung di Konser Jazz Gunung Slamet

Kegempaan yang terekam selama 1 – 18 Oktober 2023 adalah 2096 kali gempa hembusan, 3 kali gempa tremor harmonik, 2 kali gempa vulkanik dalam, 12 kali gempa tektonik lokal, 7 kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo 0.2 – 6 mm (dominan 2 mm).

Pada 1 Oktober 2023 terekam peningkatan amplitudo gempa tremor menerus dari 2 mm menjadi 3 mm, selanjutnya pada 18 Oktober 2023 terekam gempa tremor harmonik dengan durasi maksimum sekitar 1 jam 18 menit.

Seperti diketahui, Gunung Slamet merupakan gunung api strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3.432 mdpl.

Secara geografis terletak pada posisi 7° 14’ 30’’ Lintang Selatan dan 109° 12’ 30’’ Bujur Timur.

Peningkatan aktivitas vulkanik G. Slamet terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014, diikuti erupsi yang menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (tipe letusan strombolian). (*)

Baca juga: UPDATE Kebakaran Hutan Gunung Slamet: Api Mengecil, Namun Masih Ada Asap

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved