Berita Brebes
17 Anak di Sengon Brebes Dicabuli Guru Ngaji, Orangtua Korban Geruduk Balai Desa
Guru madrasah diniyah di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Guru madrasah diniyah di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi.
Guru ngaji berinisial MK (52) itu dilaporkan orangtua siswa atas dugaan percabulan.
Sebelum melaporkan ke polisi, orangtua para santri menggeruduk balai desa setempat dan meminta agar MK diproses hukum dan mendapat ganjaran setimpal.
Mendengar kabar itu, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes mendatangi rumah korban.
Dari hasil pendataan diketahui, setidaknya, ada 17 anak-anak yang usianya di bawah 10 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual atau cabul oknum guru.
Baca juga: KRONOLOGI Truk Kontainer Terguling di Flyover Kretek Paguyangan Brebes: Sopir Terus Bunyikan Klakson
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) DP3KB Brebes, Fathurohmah mengatakan pihaknya sudah bertemu langsung dengan perwakilan korban dan keluarganya.
"Sudah asesmen dari korban langsung beserta orangtua korban yang kumpul di salah satu rumah korban."
"Tadi, informasi masuk, ada 15 anak, tapi ada dua lagi informasi tapi belum bisa dikonfirmasi," kata Fathurohmah, ditemui di salah satu rumah korban, Rabu (20/9/2023).
Dalam pertemuan tersebut, perempuan yang akrab disapa Bu Iin memberikan edukasi kepada keluarga korban.
Hingga akhirnya, disepakati, kasus itu akan diteruskan ke pihak kepolisian.
"Perwakilan keluarga dari 7 korban akan menindaklanjuti melaporkan ke aparat penegak hukum. Mau ke Polres bersama-sama untuk memberikan laporan," kata Iin.
Perangkat Desa Sengon, Tanjung, Brebes Akhmad Mubarok membenarkan ada belasan orangtua dari belasan korban yang melaporkan kasus itu ke pihak desa.
"Ada laporan dari warga ada dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru yang mengajar di madrasah," kata Ahmad Mubarok.
Baca juga: Petani Bawang Merah Brebes Menjerit, Harga Anjlok di Bawah BEP dan Beras
Ahmad Mubarok mengatakan, dari informasi yang ia terima, ada sekitar 19 korban yang semuanya anak-anak dengan rentang usia antara 8-9 tahun. Jumlah itu masih belum pasti.
"Umur korban sekitar usia 8-9 tahun atau kalau sekolah siswa kelas 4-5 SD. Laporannya ada sekitar 19-20 korban. Tapi, tadi, yang hadir di balai desa sekitar 16 orang," kata Ahmad Mubarok.
Mayat Hampir Membusuk Mengambang di Saluran Air Persawahan Siandong Brebes, Warga Geger |
![]() |
---|
Teriakan Perempuan di Waduk Penjalin Brebes Gegerkan Pemancing, Terpeleset dan Terlilit Gulma |
![]() |
---|
Niat Belanja Ayam, Warga Wanatawang Brebes Tiba-tiba Ambruk di Pasar Jatibarang Brebes |
![]() |
---|
2 Pencuri Gagal Gasak Honda CRF di Banjarharjo Brebes, Tepergok Pemilik saat Utak-atik Kontak |
![]() |
---|
Kecelakaan Beruntun di Jalan Pantura Brebes Dipicu Perbaikan Jalan, Truk Muatan Mesin Pindah Jalur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.