Berita Solo

Solo Makin Macet Imbas Penutupan Simpang Joglo, Mobil Diimbau Lewat Tol

Kota Solo makin macet imbas dari penutupan Simpang Joglo, Jebres, Senin (17/7/2032).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Kepadatan kendaraan di viaduk Gilingan Solo, Senin (17/7/2023) pagi. Kemacetan terjadi imbas dari penutupan Simpang Joglo dan jam anak masuk sekolah atau karyawan masuk kerja. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO – Kota Solo makin macet imbas dari penutupan Simpang Joglo, Jebres, Senin (17/7/2032).

Kemacetan terjadi di jam-jam tertentu, terutama di wilayah Solo bagian utara.

Satu di antara titik macet parah terjadi di viaduk Gilingan, Solo.

Senin pagi, saat jam berangkat sekolah dan kerja, antrean kendaraan roda dua maupun empat mengular di viaduk Gilingan.

Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Ari Wibowo mengatakan, kepadatan lalu lintas di sejumlah titik dipicu penutupan Simpang Joglo dan hari pertama anak masuk sekolah.

"Iya, ini banyak lokasi padat lalu lintas bersamaan hari pertama anak sekolah masuk. Banyak orangtua yang mengantar," kata Ari, Senin.

Baca juga: Maling Sasar Kos-kosan di Belakang Kampus UNS Solo Dibekuk, Manfaatkan Tubuh Kurus Masuk Via Jendela

Menurut Ari, sejumlah personel Dishub Solo dan Satlantas Polresta Solo telah dan akan diterjunkan di sejumlah titik untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Dishub dan Satlantas Polresta Surakarta sudah banyak di lokasi untuk membantu pengaturan lalu lintas," imbuhnya.

Selain di viaduk Gilingan, hasil pantauan Ari, kepadatan lalu lintas juga terjadi di Jembatan Cengklik, Jembatan Kretek Abang, dan Jembatan Nakulo-sadewo Pasar Mojosongo.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Surakarta Taufiq Muhammad menghimbau pengendara roda empat menggunakan jalan tol untuk menghindari kemacetan di jalur utara Solo.

Taufiq juga menghimbau masyarakat melakukan manajemen waktu perjalanan.

Terutama,, menghindari jam-jam padat, semisal pukul 06.30-08.00 WIB, agar tidak terjebak macet.

"Selain itu, manajemen rute perjalan. Segera pilih rute, tetapkan perjalanan harian. Berputar lebih jauh tapi lebih lancar tidak apa-apa daripada terhambat kemacetan," katanya.

Baca juga: Kirab 1 Suro Keraton Solo Bakal Mengarak Kebo Bule, Penonton Dilarang Berpakaian Warna Mencolok

Pemilihan moda transportasi juga sangat penting. Taufiq mengatakan, semakin kecil alat transportasi dimungkinkan lebih cepat gerak dan mobilitasnya.

"Manajemen maksud perjalan, kalau tidak ada kepentingan dan bisa diganti jamnya, bisa diganti di jam longgar. Atau, jika tidak ada kepentingan, tidak perlu ke sana," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved