Berita Klaten

Rumah Sudah Diratakan, Warga Tergusur Tol Solo-Yogya di Klaten Dirikan Tenda. Tolak Nilai Ganti Rugi

Sejumlah warga terdampak Tol Solo-Yogya di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, mendirikan tenda di atas bangunan yang kini rata tanah.

Editor: rika irawati
Tribunsolo.com/Zharfan Muhana
Ekskavator merobohkan rumah warga terdapak tol Solo-Yogya di Desa Pepe, Ngawen, Klaten, Rabu (10/5/2023). Eksekusi tersebut mendapat perlawanan dari warga yang melakukan penolakan. 

"Maka, kalau balai desa dipakai, melanggar musdes Desa Pepe, kami tidak berani. Akhirnya, ya ikut warga," paparnya.

Yulaikha bersama warga lain belum mengetahui sampai kapan akan tinggal di tenda yang didirikan.

"Kalau pagi, (tenda) kosong, (warga) sudah keluar, beraktivitas," ungkapnya.

Dirinya juga belum kepikiran kalau sampai kehujanan.

"Pokoke sangkan paran lah (tidak ada yang tahu)" ucapnya.

Rumah Yulaikah sendiri terdata dua sertifikat.

"Waktu kantor jasa penilai publik (KJPP) semua didata, tapi angkanya keluar tidak sesuai," ucapnya.

"Kami mendukung proyek tapi hak kami dipenuhi. Ada yang layak tapi dapat kecil, ada juga yang dapat banyak tapi bangunannya tidak layak, yang jelas belum sesuai," ujarnya.

Satu Warga Akhirnya Menerima

Sementara, uang ganti rugi bagi warga terdampak tol di Desa Pepe, kini telah dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Klaten atau konsinyasi.

Nilai uang ganti rugi yang dititipkan mencapai Rp9.377.193.000.

Dari jumlah tersebut, baru satu warga yang mengambil dengan nominal Rp569.719.700.

Data tersebut didapat dari Pengadilan Negeri Klaten.

Baca juga: Rumah Tingkat Terdampak Tol Solo-Yogya di Klaten Akhirnya Dirobohkan, Pemilik Terima Rp3,5 Miliar

Ketua Pengadilan Negeri Klaten Tuty Budhi Utami, Selasa (9/5/2023), mengatakan, uang ganti kerugian yang dititipkan tetap ada di rekening pengadilan sampai ada yang mengambil dan tidak ada pembatasan waktu pengambilan.

"Uang yang dititipkan ke PN tetap menjadi milik hak yang bersangkutan. Besaran ganti rugi sama seperti penetapan, tidak dikurangi maupun berkurang," ujar Tuty.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved