Berita Semarang

Video Viral, Remaja di Bancak Semarang Ludahi Spanduk Bergambar Megawati dan Puan. Ini Kata PDIP

Video remaja meludahi spanduk bergambar Ketum PDIP Megawati dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Bancak, Kabupaten Semarang, viral di media sosial.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Kompas.com/Dian Ade Permana
Lokasi para remaja meludahi dan melecehkan spanduk bergambar Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani di Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Video aksi itu viral di media sosial TikTok dan telah berakhir dengan permintaan maaf pelaku dan orangtua. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Video rekaman sejumlah remaja meludahi spanduk bergambar Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, viral di media sosial.

Mereka terekam kamera tengah meludahi gambar di spanduk tersebut sambil bergurau.

Selain gambar Megawati dan Puan, terlihat juga gambar Kepala Desa Boto, kecamatan setempat, Sjaichul Hadi, yang dipukul sesuatu oleh para remaja itu.

Dua spanduk di tepi jalan ini memang dipasang bersebelahan.

Baca juga: 17 Incumbent dari PDIP Maju Lagi di Pileg 2024 Kota Semarang, Rencana Daftar ke KPU Mepet Penutupan

Saat dikonfirmasi terkait kejadian itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang Bondan Marutohening membenarkan.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah Lebaran, akhir April 2023 lalu.

"Kalau tidak salah, H+2 Lebaran. Jadi, sudah ada klarifikasi, baik dengan pelaku maupun orangtua pelaku," kata Bondan, Rabu (10/5/2023).

Minta Maaf

Bondan menambahkan, pihak orangtua pelaku juga sudah memohon maaf ke semua pihak, termasuk kepada Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, maupun secara tidak langsung kepada Puan. Dan, pihaknya menerima itu.

Bondan menerangkan, sikap legowo ini muncul karena memahami pelaku masih anak-anak yang belum paham apa yang dilakukan, termasuk risikonya.

Aksi itu, dikatakannya, spontan, tidak ada pesanan maupun kepentingan politis.

"Awalnya muncul di TikTok, yang mengunggah ke media sosial itu temannya," imbuh Bondan.

Baca juga: Warga Ungaran Semarang Pakai Uang Palsu untuk Belanja di Pasar Sukoharjo, Harus Kembali ke Penjara

Menanggapi hal tersebut, Bondan mengimbau orangtua untuk selalu memberikan pengertian kepada anak untuk berperilaku sopan dan baik di masyarakat.

Sebab, pendidikan tersebut tak hanya dilakukan di lingkungan sekolahan ataupun yang menjadi kewajiban pemerintah saja.

"Bahwa itu PR (pekerjaan rumah) kita semua untuk memberikan pendidikan politik, walaupun ke anak-anak, harus sudah mulai ada pendidikan politik yang sesuai dengan tingkatan usia maupun tingkatan sekolahnya," ujar Bondan. (*)

Baca juga: Viral di MotoGP Mandalika, Mbak Rara Kini Hadir di KTT ASEAN Labuan Bajo. Gerimis Berubah Cerah

Baca juga: Eksekusi Lahan Terdampak Tol Solo-Yogya di Klaten Mendapat Perlawanan, Dua Mobil Jadi Benteng

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved