Berita Semarang

Apes! Pencuri di Semarang Tertakap saat Jual Motor Curian Lewat COD. Pembeli Ternyata Pemilik

Seorang pencuri motor di Kota Semarang ditangkap saat menjual motor curian tersebut kepada pemilik motor alias korban.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Iwan Arifianto
Tersangka penipuan dan pencurian, Abdul Wahid (31), warga Banjardowo, Genuk, Kota Semarang, dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (24/1/2023). Wahid ditangkap polisi setelah membawa lari motor milik seorang remaja asal Mranggen, Demak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang pencuri motor di Kota Semarang ditangkap saat menjual motor curian tersebut kepada pemilik motor alias korban.

Pencuri bernama Abdul Wahid (31), warga Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, itu tak menyadari, peminat motor yang dia tawarkan adalah pemilik motor.

Keduanya kemudian berjanji ketemu untuk menyerahkan uang dan motor lewat sistem cash on delivery (COD).

Wahid kemudian diamankan anggota Polsek Pedurungan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Selasa (24/1/2023), Wahid mengaku mencuri motor Honda Beat berwarna putih biru tahun 2016 milik korban.

Baca juga: Miris! Pelaku Pemcabokan di Kebonagung Semarang Tak Tahu Alasan Serang Warga: Saya Hanya Ikut-ikutan

Baca juga: Bersama PSIS Semarang Adi Satryo Catatkan 2 Kali Clean Sheet, Singgung Menit Bermain di Persik

Motor itu kemudian dijual lewat grup Facebook jual beli sepeda motor Semarang.

"Saya jual motor di grup Facebook jual beli motor Semarang seharga Rp3 juta, pelat nomor ketika itu tidak saya lepas," tutur Wahid.

Tak lama selepas diposting, ada seseorang yang menghubunginya lewat messenger Facebook.

Orang tersebut mengaku berniat membeli motor seharga Rp3 juta, tanpa ditawar.

Tanpa berpikir panjang, Wahid mengajak bertemu orang tersebut untuk COD di rumahnya.

"Saya ketemuan di rumah, ternyata itu pihak korban, ada empat orang," bebernya.

Ia mengaku, hanya bisa pasrah dan mengakui perbuatannya saat didatangi keluarga korban.

Begitupun saat dibawa ke Polsek Pedurungan untuk diproses hukum.

"Ya salah jadi pasrah," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved