Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jateng

Kenapa Investor Ogah ke Blora? Pemkab Sebut Hanya Soal Waktu

Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung iklim investasi yang baik di Blora.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Ilustrasi. Rombongan kirab pusaka Kiai Bisma di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu (2/12/2020) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora, sebut mafia tanah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) bukan menjadi kendala investor enggan menanamkan modalnya di Blora.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora, Bondan Arsiyanti, mengatakan terkait upaya menarik investor ke Blora hanya soal waktu saja.


"(Mafia tanah dan ormas) Bukan merupakan kendala yang dalam artian terus menyebabkan mereka (investor) balik kanan gitu, tidak."


"Jadi memang perlu waktu saja prosesnya dan terkait dengan tanah juga kan memang kadang perlu ada kesadaran bersama, ketika ada pelaku usaha atau mungkin calon investor yang akan mendirikan usaha di Blora itu kita berharapnya semua elemen masyarakat mendukung," jelasnya, Rabu (17/9/2025).

Ajak warga 

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung iklim investasi yang baik di Blora.


"Jadi tidak hanya yang punya tanah, tapi masyarakat sekitarnya itu harus mendukung gitu, harapannya seperti itu. Ayo siap menerima investasi yang ada di Blora," tuturnya.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan Modern Mewah Hadir di Cilacap, Lebih Besar dari Rita Supermall?


Lebih lanjut, terkait harga tanah, pihaknya tidak bisa mengatur harga tanah di Blora, sebab biasanya tanah yang ada merupakan milik pribadi masyarakat.


"Kalau dari kami memang tidak secara regulasi menetapkan harga tanah, tidak. Karena memang itu, seperti tadi yang saya sampaikan itu milik warga ya."


"Jadi ketika mereka menjual juga mungkin disesuaikan dengan, yang pertama mungkin harga tanah di sekitarnya dan juga mungkin kebutuhannya. Kalau memang merasa tidak terlalu butuh untuk menjual tanahnya, kadang kan mungkin nilainya juga tidak terlalu tinggi," jelasnya.(Iqs)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved