Berita Batang

Gunung Api Dieng Berstatus Waspada, BPBD Batang Siapkan 4 Titik Evakuasi bagi Warga di Perbatasan

Status Waspada terkait aktivitas vulkanik Gunung Api Dieng turut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bersiaga.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Kepala Pelaksanan Harian BPBD Batang Ulul Azmi saat ditemui, 5 April 2022. Ulul mengatakan, Pemkab Batang menyiapkan empat titik evakuasi bagi warga terkait aktivitas vulkanik Gunung Api Dieng yang meningkat menjadi status waspada. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Status Waspada terkait aktivitas vulkanik Gunung Api Dieng turut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bersiaga.

Bahkan, mereka menyiapkan empat titik evakuasi bagi warga yang mungkin terdampak dari aktivitas itu.

Hal ini dilakukan lantaran sebagian wilayah batang berada di perbatasan dengan wilayah Dieng, yakni wilayah Desa Pranten, Kecamatan Bawang; dan Desa Gerlang, Kecamatan Blado.

Kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Api Dieng dimungkinkan berimbas pada warga di dua desa itu.

Baca juga: Gempa Skala Kecil Sering Terasa di Dataran Tinggi Dieng, BPBD Wonosobo: Status Masih Waspada

Baca juga: Letusan di Kawah Sileri Dieng Bisa Jadi Ancaman Serius, Meledak Tanpa Peringatan Sebelumnya

Kepala Pelaksanan Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Ulul Azmi mengatakan, langkah siaga ini dilakukan berkaca pada erupsi Gunung Api Dieng pada tahun 1939, 1944, 1979, 2009.

Juga, tahun 1939, terjadi erupsi freatik yang mengakibatkan retakan membentuk lereng dan menghasilkan pancaran lumpur.

Sementara, tahun 1979, muncul gas beracun di Kawah Sinila yang menewaskan 149 orang.

"Selanjutnya, erupsi juga terjadi pada tahun 1943, 1939, 1928, 1883-84, 1847, 1826, 1825, 1786, 1776, dan 1375,” terangnya, Selasa (17/1/2023).

Dijelaskan Ulul, permukiman warga Desa Pranten dan Gerlang sangat dekat dengan kawah dan dapur magma.

Sementara, untuk di Pranten, permukiman warga Dukuh Rejosari berdampingan dengan kawah.

"Di daerah Gerlang itu diwaspadai terdapat potensi gas beracun dan di Pranten ada potensi letusan freatik," ungkapnya.

Baca juga: 2 Geng Motor Tawuran di Batang, 1 Korban Tewas. Polisi Tetapkan 14 Orang sebagai Tersangka

Baca juga: 17 Siswa MIN 2 Kalibalik Batang Diduga Keracunan Sereal, Jajan di Kantin Sekolah Seusai Olahraga

Wilayah Desa Pranten diketahui juga dekat dengan Kawah Sileri, lalu Gerlang dekat dengan Kawah Timbang.

Oleh karenanya, BPBD Batang ikut mewaspadai kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti persiapan titik-titik evakuasi.

Ulul Azmi menyebutkan, BPBD sudah memasang papan penunjuk arah untuk jalur evakuasi.

"Ada empat titik pengungsian disiapkan, di Gerlang ada di lapangan desa setempat dan Kayuabang, yaitu dukuh paling bawah," imbuhnya.

Sementara, di Pranten, titik evakuasi ada di lapangan Dwarawati dan dekat Candi Dwarawati, Kabupaten Banjarnegara.

"Kami selalu memantau perkembangan gunung api Dieng setiap hari, yang kami waspadai adalah titik-titik dekat pemukiman," ujarnya. (*)

Baca juga: Perhatian! Kereta Kelinci Dilarang Melintas di Jalan Umum Pekalongan, Hanya Boleh di Tempat Wisata

Baca juga: Pernikahan Dini di Jateng Alami Perkembangan Fluktuatif, Masa Pandemi Meningkat Drastis

Baca juga: Mayat Perempuan Bersimbah Darah Ditemukan di Kamar Hotel di Tunjungan Blora, Ada Luka Tusuk di Leher

Baca juga: Musim Durian Tiba, Saatnya Berburu ke Tetel Purbalingga. Tinggal Pilih Lokal atau Montong

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved