Berita Jepara

Tujuh Kambing Ternak Warga Tempur Jepara Mati Misterius, Leher Tercabik Kuku tapi Badan Masih Utuh

Tujuh ekor kambing di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, ditemukan mati misterius.

ISTIMEWA/DOK Kades Cikidang Rusigun
ILUSTRASI. Anak kambing mati dengan luka sembelihan di leher dibiarkan tergeletak di kandang milik warga RT 01 RW 01 Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (26/7/2022). Kambing ternak warga di Tempur Jepara mati misterius, ada luka diduga bekas cakaran di leher. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Tujuh ekor kambing di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, ditemukan mati misterius.

Hewan ternak itu mati dengan kondisi luka-luka bekas terkaman kuku tajam di bagian leher.

Saat dimintai konfirmasi, perangkat Desa Tempur Mariono membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Liga 2 Dihentikan, Persijap Jepara Berkirim Surat ke PSSI, Ini Isinya

Baca juga: Santri Welahan Jepara Terseret Arus Sungai Usai Bermain Sepak Bola, Sempat Diperingatkan!

Menurut Mariono, dalam sepekan ini, ada tujuh ekor kambing mati dengan kondisi luka-luka di bagian leher.

Namun, dia tidak bisa memastikan hewan penyerang ternak itu.

Meski, beredar kabar, kambing-kambing milik warga itu diserang macan tutul.

Pasalnya, saat kejadian, tidak ada warga yang melihat hewan penerkam tersebut.

"Kalau tahun-tahun lalu, dari warga, pernah melihat hewan pemangsa (mirip macan tutul). Kalau kejadian ini tidak tahu hewannya karena tidak diketahui warga," kata Mariono, Senin (16/1/2023).

Baca juga: Perkosa Anak Tiri, Pria Jepara Terancam 15 Tahun Penjara, Berikut Kronologinya

Baca juga: Kapal Perang Angkut BBM ke Karimunjawa Jepara, Stok Bahan Bakar Terselamatkan

Dia mengungkapkan, di setiap kambing yang mati, terdapat luka yang sama di bagian leher sementara tubuhnya utuh.

Kejadian ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Saat itu, hewan ternak dimangsa hingga tersisa separuh.

Untuk mengantisipasi serangan serupa, warga Tempur akan mengaktifkan lagi penjagaan.

Mariono juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait kejadian.

"Hari ini, BKSDA menuju ke Tempur untuk melakukan peninjauan," ujar Mariono. (*)

Baca juga: Dinilai Turut Serta Merampas Nyawa Brigadir J, Bripka Ricky Rizal Dituntut Hukuman 8 Tahun Penjara

Baca juga: Gempa Skala Kecil Sering Terasa di Dataran Tinggi Dieng, BPBD Wonosobo: Status Masih Waspada

Baca juga: Bantu Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat, Bank Jateng Serahkan Bantuan 1 Ambulans ke RSUD Banyumas

Baca juga: 2 Geng Motor Tawuran di Batang, 1 Korban Tewas. Polisi Tetapkan 14 Orang sebagai Tersangka

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved