Helikopter Polri Jatuh

Pencarian Pilot Helikopter Jatuh di Belitung Timur Diperpanjang hingga 18 Desember, Tim Lebih Kecil

Operasi SAR helikopter Polri NBO 105 nomor register P-1103 di perairan Belitung Timur bakal terus dilakukan dengan tim kecil hingga 18 Desember 2022.

Editor: rika irawati
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Tim SAR Gabungan bersiap berangkat pada operasi SAR pencarian pilot dan Helikopter NBO-105/P-1103 di perairan Belitung Timur, Selasa (6/12/2022). Hingga hari ke-11 pencarian, Rabu (7/12/2022), tim SAR gabungan belum menemukan korban terakhir, yaitu kapten pilot AKP Arif Rahman Saleh. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANGKA - Operasi SAR helikopter Polri NBO 105 nomor register P-1103 di perairan Belitung Timur bakal terus dilakukan dengan tim kecil hingga 18 Desember 2022.

Hingga Rabu (7/12/2022), atau hari ke-11 sejak dilaporkan hilang, tim SAR gabungan masih mencari kapten pilot AKP Arif Rahman Saleh yang diperkirakan tersangkut di bodi utama helikopter.

"Kami terima bahwa pada hari Selasa, 6 Desember 2022, pukul 16.00 WIB, telah dilaksanakan apel penutupan pelaksanaan pencarian Helikopter NBO 105/P-1103 bertempat di Pelabuhan ASDP Manggar," kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Maladi di mapolda setempat, Rabu.

Baca juga: Hari Ke-10 Pencarian Pilot Helikopter Jatuh di Belitung Timur Masih Nihil, Operasi SAR Diperpanjang

Baca juga: Pilot Helikopter NBO 105 Belum Ditemukan, SAR Akan Selami 10 Titik yang Sudah Discan KRI Spica 934

Apel penutupan operasi SAR pencarian Helikopter NBO 105/P-1103 dipimpin langsung Plt Dir Pol Udara Baharkam Polri Kombespol Raden Hendrawan dan diikuti Karo Ops, Dir Polairud Polda Babel, serta Kakansar Provinsi Babel.

"Kami sampaikan bahwa untuk diketahui, pencarian masih tetap berlanjut sampai tanggal 18 Desember 2022. Namun, dari yang skala besar gabungan atau nasional, diperkecil menjadi gabungan di kabupaten, yang artinya dipegang kendali oleh Polda dan Polres. Dengan tetap memonitor dari pusat," jelasnya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan pencarian sejumlah kendala ditemui, di antaranya, titik koordinat lost contact helikopter yang tidak terdata dengan pasti sehingga mempersulit operasi SAR.

"Kemudian, terjadinya perubahan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian atau penyelaman sehingga kapal kembali ke dermaga. Alat yang digunakan untuk melakukan pencarian di bawah laut atau sonar hanya dimiliki oleh KRI," imbuhnya.

"Arus pergerakan air dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga proses penyisiran dilakukan pada waktu air laut pasang dan jaringan komunikasi untuk mendukung operasi SAR hanya menggunakan jaringan komunikasi terbatas," lanjutnya.

Maladi mengatakan, berkaitan evaluasi, pencarian telah menggunakan beberapa metode pencarian.

"Metode pencarian di atas permukaan, metode pencarian di atas permukaan menggunakan 20 unit kapal dari Tim SAR Gabungan dan menggerakkan kapal nelayan di wilayah Belitung Timur dengan coverage area (area jangkauan, Red) sekitar 97 persen."

"Kendala yang dihadapi hanya cuaca hujan di siang hari, yang mengurangi pantauan atas permukaan dengan visibility (jarak pandang, Red) yang rendah," kata Maladi.

Pilot Diduga Masih di Badan Helikopter

Pada kesempatan tersebut, Maladi juga mengatakan, dugaan satu target pencarian, yakni pilot helikopter, diduga masih berada di dalam badan helikopter.

"Dimensi target badan helikopter sangat kecil dengan luas area dugaan datum cukup luas. Banyak menemukan suspect yang menonjol sesuai dimensi target. Namun, setelah diperiksa, tim penyelam hanya menemukan batu karang," kata Maladi.

Baca juga: KRONOLOGI Helikopter Polri Hilang Kontak: Layak Terbang, Hadapi Cuaca Buruk di Atas Belitung

Baca juga: Serpihan Besar Badan Helikopter NBO 105 Ditemukan di Sekitar Pulau Siadong

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved