Helikopter Polri Jatuh

Pilot Helikopter NBO 105 Belum Ditemukan, SAR Akan Selami 10 Titik yang Sudah Discan KRI Spica 934

Hingga kini jasad AKP Arif Rahman Saleh yang menjadi pilot dalam penerbangan itu belum ditemukan.

Editor: Pujiono JS
Istimewa/Dokumentasi Tim SAR
Tim SAR Gabungan pencarian Helikopter NBO-105/P-1103, Sabtu (3/12/2022) melakukan penyelaman di titik yang telah ditentukan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Helikopter Polri NBO 105 nomor register P-1103 jatuh 10 hari yang lalu pada Minggu (27/12/2022) di perairan Belitung Timur.

Namun hingga kini jasad AKP Arif Rahman Saleh yang menjadi pilot dalam penerbangan itu belum ditemukan.

Tim SAR pun semakin mengoptimalkan pencarian bawah laut (underwater searching) di sekitar lokasi jatuhnya helikopter.

Sejumlah Tim SAR gabungan pencarian Helikopter NBO-105/P-1103, Sabtu (3/12/2022) kembali ke posko SAR di Pelabuhan ASDP Manggar usai melakukan penyelaman.
Sejumlah Tim SAR gabungan pencarian Helikopter NBO-105/P-1103, Sabtu (3/12/2022) kembali ke posko SAR di Pelabuhan ASDP Manggar usai melakukan penyelaman. (Pos Belitung/Disa Aryandi )

Sebanyak 10 titik anomali atau suspek yang telah dipindai menggunakan peralatan yang ada di KRI Spica 934 akan diselami oleh tim penyelam.

"Ada 10 titik anomali hari ini akan diselami. Ada 20 orang penyelam yang nantinya akan melakukan penyelaman," kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa kepada Posbelitung.co, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Kapten Pilot Belum Ditemukan, Pencarian Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Timur Diperpanjang

Baca juga: Jenazah Aiptu Joko Mudo Dipulangkan. Tim SAR Masih Cari Pilot Helikopter Jatuh di Belitung Timur

Baca juga: Kapten Pilot Helikopter Jatuh di Perairan Belitung Timur Masih Dicari, Tim SAR Kerahkan 13 Kapal

Selama sembilan hari upaya pencarian tersebut, tim SAR menggunakan peralatan scan sonar. Ada kendala yang dihadapi yaitu dimensi pada bodi helikopter hanya dua hingga tiga meter.

Dimensi tersebut rata-rata sama dengan intensitas karang.

Ditambah lagi bahan bodi helikopter berupa almunium alloy alias bukan besi.

"Ini yang menjadi kendala kami. Ditambah lagi intensitas bodi helikopter sangat mirip dengan karang," ucapnya.

Sudah ada puluhan titik koordinat berupa anomali, lanjut dia, dari hasil scan sonar telah dilakukan survei ke dasar laut.

Namun yang didapat berupa karang berukuran dua hingga tiga meter.

"Itu yang terjadi. Setelah diselami, ternyata karang, ukuran sama dengan bodi helikopter," ujarnya.

"Lantaran hari ini merupakan hari terakhir pencarian helikopter, jika tidak ditemukan tanda apapun pihaknya terlebih dahulu akan melakukan evaluasi pada sore hari," kata Oka

Apakah nanti diperpanjang ataupun ditutup, tentu akan dilakukan pembahasan terlebih dahulu. Jika diperpanjang tentunya akan dikembalikan kepada potensi SAR yang ada di daerah.

"Mungkin nanti Polres dan temen-temen SAR di Belitung Timur akan melanjutkan. Kemudian mungkin juga titik koordinat hasil scan ada ratusan titik yang belum diselami, akan diselami," katanya. (***)

Aqua Eye, alat canggih yang digunakan Basarnas Pangkalpinang pada pencarian korban Helikopter NBO-105/P-1103 yang jatuh diperairan Belitung Timur.
Aqua Eye, alat canggih yang digunakan Basarnas Pangkalpinang pada pencarian korban Helikopter NBO-105/P-1103 yang jatuh diperairan Belitung Timur. (Ist/dok Basarnas)

Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co dengan judul Hari ke-10 Pencarian Pilot dan Helikopter NBO 105, Optimalkan Underwater Searching

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved