Helikopter Polri Jatuh

Kapten Pilot Belum Ditemukan, Pencarian Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Timur Diperpanjang

Keluarga AKP Arif Rahman Saleh berharap kapten pilot helikopter Polri NBO 105 nomor register P-1103 itu bisa segera ditemukan.

Editor: rika irawati
Pos Belitung/Disa Aryandi
Tim SAR gabungan melakukan apel sebelum melakukan pencarian Helikopter Polri NBO-105/P-1103 yang jatuh di perairan Belitung Timur, Rabu (30/11/2022). Tim SAR gabungan memperpanjang pencarian untuk menemukan kapten pilot AKP Arif Rahman Saleh yang hingga Sabtu (3/12/2022) belum ditemukan. 

TRIBUNBANYUMAS, BELITUNG - Keluarga AKP Arif Rahman Saleh berharap kapten pilot helikopter Polri NBO 105 nomor register P-1103 itu bisa segera ditemukan.

Operasi SAR pencarian helikopter yang jatuh di perairan Bangka Timur, Kepulauan Bangka Belitung itu, diputuskan diperpanjang tiga hari.

Keputusan ini diambil Sabtu (3/12/2022), atau sepekan setelah helikopter milik Polri itu hilang kontak pada Minggu (27/11/2022).

Keputusan ini merupakan hasil dari evaluasi tim SAR gabungan.

Baca juga: Jenazah Aiptu Joko Mudo Dipulangkan. Tim SAR Masih Cari Pilot Helikopter Jatuh di Belitung Timur

Baca juga: KRONOLOGI Helikopter Polri Hilang Kontak: Layak Terbang, Hadapi Cuaca Buruk di Atas Belitung

Seharusnya, standar operasi SAR hanya terlaksana selama tujuh hari, terhitung dari hari pertama peristiwa tersebut terjadi.

"Ya, ditambah selama tiga hari ke depan. Ini hasil evaluasi seluruh unsur SAR yang terlibat," kata Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Sugeng Suprijanto, Sabtu.

Hingga hari ketujuh operasi SAR, kapten pilot AKP Arif Rahman Saleh dan badan helikopter belum ditemukan.

Berbagai upaya pun telah dilakukan, baik melalui pemantauan udara, permukaan, hingga dasar laut.

Peralatan canggih yang dimiliki TNI-AL dan Basarnas sudah digunakan pada operasi SAR tersebut.

"Lima KRI milik TNI-AL sudah dikerahkan tapi satu korban belum ditemukan. Tiga hari ke depan, operasi SAR kami fokus kepada underwater namun pemantauan dari permukaan tetap dilakukan," ujarnya.

Menurut Sugeng, selama tujuh hari operasi SAR, kondisi cuaca dan arus laut yang cukup kencang menjadi kendala.

Kondisi ini pula yang membuat tim penyelam hanya mampu menyambangi tujuh dari 12 titik penyelaman yang direncanakan.

"Seperti hari ini saja, sudah tiga kali hujan dan arus bawah sangat deras, kami tidak bisa melawan alam."

"Harapan kami, operasi SAR tiga hari ke depan bisa ditemukan korban dan ditemukan helikopter tersebut," jelasnya, Sabtu.

Baca juga: Pencarian Helikopter Polri di Belitung Timur Libatkan Kapal Tempur Tercanggih di Asia, KRI Spica 934

Baca juga: Jenazah 2 Kru Helikopter NBO 105 Diterbangkan ke Pondok Cabe, Berangkat dari Belitung Jam 07.00 WIB

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved