UMK 2023

UMK Kota Pekalongan Tahun 2023 Diusulkan Naik 6,9 Persen, Setuju?

Dewan Pengupahan Kota Pekalongan, Jawa Tengah sepakat usulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK satu angka, yakni dengan kenaikan 6,9 persen.

Indra Dwi Purnomo/TribunBanyumas.com
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid memberikan keterangan terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK Kota Pekalongan Tahun 2023. Dewan Pengupahan Kota Pekalongan, Jawa Tengah sepakat usulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK satu angka, yakni dengan kenaikan 6,9 persen atau Rp149 ribu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Dewan Pengupahan Kota Pekalongan, Jawa Tengah sepakat usulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK satu angka, yakni dengan kenaikan 6,9 persen atau Rp149 ribu.

Dengan kenaikan besaran tersebut, UMK Kota Pekalongan tahun 2023 diusulkan menjadi Rp2.305.000 ada kenaikan dibandingkan UMK tahun 2022 yang sebesar Rp2.156.000.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, angka kesepakatan tersebut telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berdasarkan pembahasan bersama Dewan Pengupahan dan akan diputuskan pada 7 Desember esok.

"Tahun 2021 digunakan PP No 36 dan tahun ini ada peraturan baru yang juga dijadikan dasar penghitungan UMK yakni Permenaker No 16 Tahun 2022," kata Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada TribunBanyumas.com, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Ambil Jalan Tengah, Pemkab Demak Usulkan UMK 2023 Rp2,6 Juta

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah melakukan sidang dengan Dewan Pengupahan yang terdiri atas perwakilan asosiasi pengusaha, serikat pekerja, unsur akademisi/pakar, dan pemerintah tentang usulan UMK Kota Pekalongan tahun 2023. 

"Memang ada dinamika pendapat dari masing-masing perwakilan yang mana, ada perbedaan pemahaman tentang dasar-dasar formula yang harus dipakai dalam penghitungan UMK kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk tahun 2023," katanya.

Dijelaskan Sri Budi, hasil rapat Dewan Pengupahan menyampaikan, semua aspirasi dari kalangan pekerja, pengusaha, dan akademisi kepada walikota tentang formula dan saran rumusan yang akan disampaikan kepada pemprov atau gubernur yang akan ditetapkan paling lambat 7 Desember ini.

"Setelah walikota menimbang, pemkot melalui walikota memutuskan mengusulkan kepada gubernur, UMK Kota Pekalongan tahun 2023 itu naik 6,9 persen atau naik Rp149 ribu," terangnya.

"Kita menggunakan formula Permenaker no 16 tahun 2022, dimana kita memperhitungkan besaran angka inflasi yang berjalan juga mempertimbangkan tingkat pengangguran dan juga tingkat produktivitas tenaga kerja di Kota Pekalongan," jelasnya.

Baca juga: Pembahasan Sempat Alot, Akhirnya Pemkot Semarang Usulkan Besaran UMK Kota Semarang, Berapa?

Pihaknya menambahkan bahwa  Wali Kota Pekalongan akan mengusulkan ke gubernur menggunakan formula Kemnaker ini dengan besaran naik 6,9 persen.

"Ini masih usulan ke gubernur dan diputuskan tanggal 7 Desember 2022."

"Ketika sudah diputuskan akan kita sosialisasikan ke perusahaan-perusahaan untuk bisa patuhi dan dilaksanakan," tambahnya. (*)

Baca juga: UMK Kota Tegal Diusulkan Naik 6,93 Persen di 2023, Ini Daftar UMK Kota Tegal 3 Tahun Terakhir

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved