Berita Pati
Banjir Bandang di Tambakromo Pati Rusak 632 Rumah, Dua Lansia Tewas
Ratusan rumah di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, rusak diterjang banjir bandang, Rabu (30/11/2022) malam.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Ratusan rumah di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, rusak diterjang banjir bandang, Rabu (30/11/2022) malam.
Banjir hingga atap rumah warga ini mengakibatkan dua warga lanjut usia meninggal dunia.
Menurut warga, ,ini merupakan banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat mengatakan, ada 632 rumah yang kebanjiran.
Tiga di antaranya ambruk, rata dengan tanah. Kemudian, 212 rumah rusak sedang dengan kerusakan di tembok.
"Lalu, 417 rumah rusak ringan. Bangunannya masih utuh tetapi di dalam kocar-kacir," ujar Mirza, Kamis (1/12/2022) siang.
Baca juga: Banjir Bandang Tambakromo Pati, Air Setinggi Genting, Camat: Kurang Lebih 2 Meter
Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Pati, di Tayu Rumah Ambruk Rata dengan Tanah
Mirza mengatakan, dua warga lansia yang tewas, masing-masing atas nama Suwami dan Sumirah.
Suwami meninggal di rumah sakit, sementara Sumirah meninggal di lokasi banjir.
Sumirah yang dalam kondisi tengah sakit terjebak di dalam rumah ketika air bah menerjang.
Saat ini, Masjid Jami' Miftahul Huda di Dukuh Krajan dan Masjid Dukuh Cengklik, dijadikan posko pengungsian.
Di dua tempat itu, Rabu malam, ada sekitar 200 warga yang mengungsi
Namun, hingga Kamis pagi, tersisa sekira 50 warga yang mengungsi.
Yang lain kembali ke rumah untuk membersihkan tempat tinggal mereka dari endapan lumpur sisa banjir.
"Ada 200 KK yang mengungsi. Namun, pagi ini, bapak-bapak meninggalkan tempat pengungsian di Masjid Krajan sama Masjid Cengklek."
"Yang masih mengungsi, ibu-ibu dan anak-anak yang rumahnya rusak lumayan parah," jelas dia.
Baca juga: Tok! UMK 2023 Pati Diusulkan Naik 7,08 Persen atau Rp139 Ribu, Tinggal Pengesahan Gubernur
Baca juga: Tokoh dan Ulama Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal Mahfudz di Kajen Pati, Ketum PBNU: Pejuang!