Berita Pati

Banjir Bandang Tambakromo Pati, Air Setinggi Genting, Camat: Kurang Lebih 2 Meter

Banjir bandang landa Kecamatan Tambakromo, Pati, Jawa Tengah pada Rabu 30 November 2022 malam. Ketinggian air mencapai genting rumah atau 2 meter.

ist
Kolase foto amatir memperlihatkan kondisi banjir tinggi di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (30/11/2022) malam. Banjir bandang landa Kecamatan Tambakromo, Pati, Jawa Tengah pada Rabu 30 November 2022 malam. Ketinggian air mencapai genting rumah atau 2 meter. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Pati bagian selatan, atau di Kecamatan Tambakromo pada Rabu (30/11/2022) malam.

Wilayah tersebut sebelumnya diguyur hujan dengan curah hujan tinggi.

Kecamatan Tambakromo termasuk yang kondisinya paling parah.

Video dan foto kondisi banjir ini banyak beredar di media sosial, terutama WhatsApp.

Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Pati, di Tayu Rumah Ambruk Rata dengan Tanah

Dalam satu video berdurasi sembilan detik yang beredar, tampak seorang perempuan paruh baya, di bawah hujan yang belum reda, tengah memeluk seorang gadis balita di atas genting rumah.

Perempuan itu berulangkali menggumamkan lafadz Allah.

Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat mengatakan, video tersebut berlokasi di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo.

"Banjir besar di Sinomwidodo Tambakromo, masih dalam evakuasi," kata Mirza via pesan singkat WhatsApp kepada TribunBanyumas.com pada Rabu malam pukul 20.01 WIB.

Ia juga mengonfirmasi bahwa di titik banjir terparah ketinggian air mencapai atap rumah.

Baca juga: Tok! UMK 2023 Pati Diusulkan Naik 7,08 Persen atau Rp139 Ribu, Tinggal Pengesahan Gubernur

Kurang lebih dua meter.

Mirza menambahkan, Kantor Kecamatan Tambakromo juga terendam banjir.

Namun demikian, ia belum bisa memberikan info detail mengenai jumlah KK yang terdampak banjir, sebab saat ini masih kondisi darurat dan proses evakuasi warga masih berlangsung. 

Untuk diketahui, wilayah Pati selatan memang kerap dilanda banjir bandang.

Selain curah hujan tinggi dan penyempitan sungai, alih fungsi lahan hutan dan aktivitas penambangan liar di pegunungan karst wilayah Pati selatan juga disebut-sebut sebagai penyebab yang memperparah kondisi banjir. (*)

Baca juga: Tokoh dan Ulama Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal Mahfudz di Kajen Pati, Ketum PBNU: Pejuang!

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved