Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banyumas

Jangan Lewatkan! 100 Seniman Lengger Bakal Pentas Lanang Lenggeran di Pandak Banyumas, Ini Lokasinya

Seratus seniman lengger siap tampil dalam gelaran Pentas Lanang Lenggeran di Lapangan Desa Pandak, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/11/2022).

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Banyumas
Ratusan seniman lengger siap tampil dalam gelaran "Pentas Lanang Lenggeran" Yayasan Budaya Langgengsari bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan di Lapangan Desa Pandak, Baturraden, Banyumas, Sabtu (19/11/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Seratus seniman lengger siap tampil dalam gelaran 'Pentas Lanang Lenggeran' di Lapangan Desa Pandak, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/11/2022).

Kegiatan ini digelar Yayasan Budaya Langgengsari bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Acara ini akan melibatkan seniman lengger, mulai dari lengger lanang, penari wanita, hingga pemain calung.

Menurut Program Director pementasan Gilang Akbar, kegiatan ini merupakan upaya memulihkan kembali ekonomi nasional pasca pandemi covid-19 melalui sektor budaya.

Baca juga: Ikut Summer Course, Ratusan Mahasiswa Asing UMP Banyumas Belajar Tari Lengger dan Ebeg

Baca juga: Tarian Lokal Lengger dan Ebeg Dibawakan saat Hari Tari Dunia di Alun Alun Banyumas

Gilang mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir sangat berdampak pada para seniman di wilayah Banyumas Raya.

"Berawal dari diskusi saya dengan teman-teman pelaku budaya di Banyumas, karena covid ini, mereka nyaris tidak mendapatkan pemasukan sama sekali."

"Sebagian dari mereka bahkan ada yang banting setir untuk bekerja kasar, padahal mereka adalah pilar utama pelestarian budaya Banyumas," kata Gilang lewat keterangan tertulis, Jumat (11/11/2022).

Rencana ini pun mendapat apresiasi dan dukungan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Gilang berharap, acara ini mampu menggairahkan kembali budaya dan wisata Banyumas.

Sementara itu, pelestari lengger lanang sekaligus Ketua Yayasan Langgengsari Suntoro mengatakan, pihaknya tengah mendata penari lengger lanang di wilayah Banyumas Raya.

"Akibat pandemi kan banyak seniman lengger yang berhenti beraktivitas kebudayaan, kami mencoba melakukan mapping dan mendata kembali keberadaan mereka."

"Menurut kami, ini penting, database pelestarian budaya Banyumas khususnya lengger lanang," ujar Suntoro.

Baca juga: Terlalu Banyak Aplikasi Layanan Masyarakat di Instansi, Pemkab Banyumas Bakal Sederhanakan Jadi Satu

Baca juga: Bantu Cegah Inflasi akibat Harga Cabai, TP PKK Banyumas Giatkan Tanam Cabai di Desa-desa

Berdasarkan pendataan tersebut, setidaknya, kini Yayasan Langgengsari menemukan sekitar 85 orang pelaku seni lengger lanang yang berada di wilayah Banyumas Raya.

Ada 45 penari asal Banyumas, 19 penari asal Kebumen, 10 penari asal Purbalingga, dan sisanya berasal dari Banjarnegara dan Cilacap.

Mereka merupakan seniman dan pelaku budaya yang memang sebelum pandemi aktif melestarikan budaya lengger lanang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved