Internasional
Berdemo tanpa Mengenakan Jilbab di Iran, Hadis Najafi Tewas Diberondong 6 Peluru di Badannya
Najafi, yang beraksi dengan rambut pirang terurai, dilaporkan telah dibunuh oleh pasukan keamanan Iran selama demonstrasi di kota Karaj, dekat Teheran
Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN- Hadis Najafi (20), wanita muda Iran yang menghadapi pasukan polisi, telah menjadi simbol dalam demo memprotes kematian Mahsa Amini.
Najafi, yang beraksi dengan rambut pirang terurai, dilaporkan telah dibunuh oleh pasukan keamanan Iran selama demonstrasi di kota Karaj, dekat Teheran.
Baca juga: 17 Orang Tewas Akibat Aksi Protes Terhadap Kematian Mahsa Amini di Iran
Baca juga: Ilmuwan Nuklir Iran Ditembak Mati, Dewan Tertinggi Keamaan Nasional Tuding Israel sebagai Dalang
Baca juga: Sehari Seusai Hujani Replika Kapal Induk AS, Iran Luncurkan Rudal Bawah Tanah
Menurut laporan Newsweek, Senin (26/9/2022), Najafi tewas setelah diberondong enam peluru.
Seorang wanita muda Iran berusia 20 tahun tewas tertembak oleh polisi. Wanita ini tewas akibat berdemo tanpa mengenakan jilbab memprotes kematian Mahsa Amini.
Wanita yang tewas tersebut bernama Hadis Najafi. Ia beraksi dengan rambut pirang terurai, dilaporkan telah dibunuh oleh pasukan keamanan Iran selama demonstrasi di Kota Karaj, dekat Teheran.
Kematiannya yang brutal memicu gelombang demonstrasi di seluruh Iran dan memicu tanggapan keras dari Presiden Iran Ebrahim Raisi yang memerintahkan polisi untuk "menangani dengan tegas" para pengunjuk rasa.
Baca juga: 300 Warga Iran Meninggal Keracunan Metanol, Dianggap Bisa Obati Virus Corona
Baca juga: 12 Pejabat Penting Iran Dinyatakan Positif Corona. Berikut Daftar Lengkapnya
Baca juga: Garda Revolusi Iran Sebut Cirus Corona Senjata Biologis Amerika Serikat
Sebuah video yang beredar di media sosial, menunjukkan Hadis mengikat rambutnya saat dia bersiap untuk bergabung dengan pengunjuk rasa di jalan.
Kabar kematian Hadis yang dibagikan oleh jurnalis terkemuka Iran bernama Masih Alinejad. Ia merekam dan mengikuti pemakaman gadis tersebut di Karaj, Iran utara.
"Gadis berusia 20 tahun yang bersiap-siap untuk bergabung dengan protes terhadap pembunuhan #MahsaAmini ini terbunuh oleh 6 peluru," tulis Alinejad di Twitter.
"Hadis Najafi berusia 20 tahun, ditembak di dada, wajah dan leher oleh pasukan keamanan Republik Islam,” tuturnya.
Kemudian di video yang dibagikan oleh Alinejad menunjukkan keluarga gadis itu menangisi foto Hadis, di kuburan yang baru digali.
Setidaknya terdapat 100 pengunjuk rasa telah tewas dan ribuan terluka selama protes tersebut.
Organisasi Mujahidin Rakyat Iran mengatakan bahwa 1.800 orang telah ditangkap di Teheran ketika protes dilakukan di 31 provinsi di Iran.
Kematian Mahsa memicu gelombang protes terhadap undang-undang ketat dan kejam yang dibuat di Negara Iran.
Selama seminggu terakhir pekan lalu, protes telah melanda negara itu, di mana demonstran menghadapi tanggapan kekerasan oleh polisi dan pihak berwenang.
Baca juga: Komandan Garda Revolusi Iran Sebut Corona Disebabkan oleh Serangan Biologis AS
Baca juga: 109 Tentara AS Cedera Otak Akibat Serangan Rudal Iran, Donald Trump Menyebutnya Sakit Kepala Ringan
Baca juga: Mengintip Pabrik Drone Pembunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani yang Untung Rp 37 Triliun