Breaking News:

Mengintip Pabrik Drone Pembunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani yang Untung Rp 37 Triliun

Pada Jumat, 3 Januari 2020 pekan lalu militer AS melancarkan serangan ke Bandara Internasional Baghdad, Irak menggunakan pesawat tanpa awak.

(AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Isaac Brekken)
Sebuah pesawat tanpa awak (drone) MQ-9 Reaper terbang dalam sebuah latihan misi di Pangkalan Udara Creech di Indian Springs, Nevada, Amerika Serikat (AS), pada 17 November 2015. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pada Jumat, 3 Januari 2020 pekan lalu militer AS melancarkan serangan ke Bandara Internasional Baghdad, Irak menggunakan pesawat tanpa awak ( drone) berjenis MQ-9 Reaper.

Drone tersebut menembakkan 2 rudal Hellfire pada kendaraan Qasem Soleimani dan rombongan sehingga menewaskan Jenderal Iran itu.

MQ-9 Reaper merupakan drone berbobot 2,5 ton yang ditaksir memiliki harga senilai 16 juta dollar AS atau sekitar Rp 224 miliar (kurs Rp 14.000).

MQ-9 Reaper dapat menjangkau jarak hingga 1.200 mil.

Pesawat tanpa awak ini merupakan salah satu senjata paling penting di gudang senjata AS.

MQ-9 Reaper diproduksi oleh perusahaan asal Amerika Serikat bernama General Atomics (GA).

Lantas, seperti apa perusahaan General Atomics (GA)?

Serta siapa pemiliknya?

Ashanty Terkejut, Panglima Langit Ungkap Sosok Nenek Buruk Rupa yang Ganggu Dirinya

Begini Kata Kapolrestabes Bandung Soal Kejanggalan Kematian Lina Mantan Istri Sule

General Atomics (GA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan dan bermarkas di San Diego, Amerika Serikat.

Diperkirakan perusahaan ini bisa mendapatkan penghasilan mencapai 2,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 37,8 triliun (kurs Rp 14.000) setiap tahunnya.

Halaman
123
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved