OTT Hakim Agung MA

Hakim Agung Terjaring OTT, KPK: Dunia Peradilan Masih Tercemari Uang

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut dunia peradilan dan hukum Indonesia semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang.

Editor: Pujiono JS
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Ilustrasi KPK 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respons atas terjadinya operasi tangkap tangan ( OTT) terhadap seorang Hakim Agung.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut dunia peradilan dan hukum Indonesia semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Hakim Agung MA Ditangkap dalam OTT KPK

Baca juga: Pj Sekda Pemalang Ajukan Praperadilan Atas Status Tersangka setelah Terjaring OTT KPK

Baca juga: Rektor Unila Terjaring OTT KPK Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru. Uang Suap Jadi Deposit dan Emas

Ghufron juga mengaku sedih karena harus melakukan OTT terhadap Hakim Agung.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Ghufron seperti dikuitp dari KOMPAS.COM, Kamis (22/9/2022).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, KPK telah menangkap seorang Hakim Agung terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Ghufron menyebut penangkapan terhadap insan di lingkungan lembaga penegak ini sangat menyedihkan.

Baca juga: KPK Geledah Tiga Kantor terkait OTT Bupati Pemalang, Dua Ruangan yang Disegel Belum Disentuh

Baca juga: OTT Pemalang: Dari 34 Orang yang Dibawa KPK, 6 Orang Tersangka, Siapa Saja?

Baca juga: Total Ada 34 Orang Diamankan KPK dalam OTT Pemalang, Kabid Hingga Sekda Masih Diperiksa

Ghufron mengatakan, aparat penegak hukum semestinya menjadi pilar keadilan bagi bangsa. Ia menyayangkan mereka menukarnya dengan uang.

Ghufron berharap operasi penangkapan terhadap insan hukum ini menjadi yang terakhir.

"Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yg semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang," ujar Ghufron.

Ghufron menyesalkan kasus korupsi masih terjadi di lingkungan Mahkamah Agung. Menurutnya, KPK telah melaksanakan program pendidikan antikorupsi yang melibatkan pejabat struktural maupun hakim di MA.

KPK berharap Mahkamah Agung benar-benar melakukan pembenahan yang mendasar.

"Jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama," tutur Ghufron. (**)

Baca juga: Seorang Pemuda Tepergok Lempar Paket Obat Psikotropika ke Rutan Banyumas, Mengaku Pesanan 2 Napi

Baca juga: Korban Pemerkosaan 8 Pria di Banyumas Pertahankan Kehamilan, Kini Dapat Pendampingan dari Pemkab

Baca juga: Mantan Kades Karanglewas Banyumas Nilap Dana Desa Rp622 Juta, Keluarkan Gaji untuk Perangkat Fiktif

Baca juga: Akses Menuju Curug Cipendok Banyumas Terganggu Banjir, Air Bersumber dari Luapan Embung

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hakim Agung Terjaring OTT, KPK: Ini Sangat Menyedihkan..."

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved