Berita Banyumas

19 Kecamatan di Banyumas Masuk Zona Merah Longsor, BPBD Minta Warga Waspada

Kalakhar BPBD Banyumas Budi Nugroho meminta warga di zona merah longsor meningkatkan kewaspadaan. Ada 19 kecamatan yang masuk zona merah longsor.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
tribunbanyumas.com/permata putra sejati
Relawan mengevakuasi jasad seorang nenek yang terseret longsor di kamar rumahnya. Nenek berusia 80 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (20/9/2022). BPBD Banyumas memperingatkan warga di 19 kecamatan untuk mewaspadai longsor. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho meminta warga di zona merah longsor meningkatkan kewaspadaan.

Apalagi, akhir-akhir ini, wilayah Banyumas dan sekitarnya sering dilanda hujan lebat.

"Untuk tanah bergerak, termasuk longsor, ada 19 kecamatan yang berpotensi," ungkap Budi, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Banyumas Bakal Diguyur Hujan Intensitas Sedang-Tinggi, Wabup Sadewo Minta Warga Waspada Longsor

Baca juga: Terseret Longsoran saat di Kamar Rumah, Nenek 80 Tahun Ditemukan Tewas di Purwokerto Banyumas

Budi mengungkapkan, 19 kecamatan tersebut adalah Lumbir, Gumelar, Pekuncen, Ajibarang, Cilongok, dan Kedungbanteng.

Juga, Karanglewas, Purwojati, Jatilawang, Wangon, Kemranjen, Rawalo, Kebasen, Banyumas, Kalibagor, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Sumbang.

Tak hanya tanah gerak, sejumlah wilayah di Banyumas juga berpotensi terjadi banjir.

Pemetaan BPBD Banyumas, ada enam Kecamatan yang masuk daerah rawan banjir, yaitu Banyumas, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Kalibagor, dan Lumbir.

Budi mengatakan, selain longsor dan banjir, bencana alam yang sering melanda Banyumas adalah angin kencang.

Baca juga: Tips Antisipasi Bencana Tanah Longsor di Saat Curah Hujan Tinggi

Baca juga: Mengenal Dusun Plandi Banyumas: Berjuluk Dusun Buddha, Banyak Warganya Lulusan S2 dan S3

Ketiga bencana alam ini sering berulang terjadi, terutama saat peralihan musim yang dapat menimbulkan cuaca ekstrem, seperti sekarang ini, serta saat musim penghujan.

Untuk angin kencang, pemetaan wilayah yang sering dilanda ada di 16 Kecamatan, yaitu Pekuncen, Kedungbanteng, Karanglewas, Baturraden, Sumbang, Kembaran, Purwokerto Timur.

Serta di Purwokerto Utara, Purwojati, Kalibagor, Somagede, Kemranjen, Tambak, Ajibarang, Banyumas, dan Patikraja.

Peringatan longsor sebelumnya juga disampaikan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat memimpin apel kesiapsiagaan bencana di lapangan Kodim 0701 Banyumas.

Minggu (19/9/2022) malam, longsor juga terjadi di Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur.

Satu rumah ambrol akibat tergerus Sungai Pelus. Kejadian ini membuat seorang warga tewas. (*)

Baca juga: PSIS Semarang dalam Pencarian Pelatih, Juru Taktik Kuala Lumpur City Ini Follow IG PSIS, Ada Apa?

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 22 September 2022. Masih Stabil

Baca juga: 31 Desa di Purbalingga Siap Gelar Pilkades Serentak, Pendaftaran Calon Dibuka Mulai 28 September

Baca juga: Suhu Udara di Kota Tegal Tembus 33,4 Derajat Celsius, Begini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved