Selasa, 28 April 2026

Tips Kesehatan

Tips Antisipasi Bencana Tanah Longsor di Saat Curah Hujan Tinggi

Berikut antisipasi yang harus dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah potensi tanah longsor.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: Pujiono JS
ISTIMEWA/BPBD Cilacap
Warga berkerja bakti membersihkan material longsor yang menerjang bagian dapur rumah Toto, warga Desa Sumpighayu, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu (11/9/2022). Longsor yang terjadi Sabtu (10/9/2022) malam itu dipicu hujan deras hampir enam jam di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM- Memasuki musim penghujan menyebabkan potensi bencana tanah longsor akibat kondisi tanah dan terjadi di beberapa titik daerah Indonesia, terutama di wilayah Banyumas.

Baca juga: Tips Berlindung saat Terjadi Angin Puting Beliung

Baca juga: Banyumas Bakal Diguyur Hujan Intensitas Sedang-Tinggi, Wabup Sadewo Minta Warga Waspada Longsor

Baca juga: Sempat Tertutup Longsor, Jalan Penghubung Majingklak-Palugon Cilacap Kini Bisa Dilalui Kendaraan

Akibat dari hujan deras dan angin kencang yang melanda Banyumas, Senin (12/9/2022) hingga Selasa (13/9/2022) dini hari mengakibatkan longsor di sembilan wilayah.

Dikutip dari tribunjateng.com Kepala BPBD Banyumas, Budi Nugroho mengatakan Banyumas memiliki potensi bencana yang selalu berulang, Kamis (22/9/2022).

Terdapat 19 Kecamatan yang berpotensi  yaitu Lumbir, Gumelar, Pekuncen, Ajibarang, Cilongok, Kedungbanteng, Karanglewas, Purwojati, Jatilawang, Wangon, Kemranjen, Rawalo, Kebasen, Banyumas, Kalibagor, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Sumbang.

Tim gabungan dan warga membersihkan material longsor yang menutup jalan di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kamis (14/7/2022) pagi. Longsor yang terjadi Rabu (13/7/2022) malam itu mengakibatkan dua dusun, yakni Dusun Pesawah, Desa Gununglurah; dan Dusun Karanggondang, Desa Sambirata; terisolasi.
Tim gabungan dan warga membersihkan material longsor yang menutup jalan di Dusun Glempang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kamis (14/7/2022) pagi. Longsor yang terjadi Rabu (13/7/2022) malam itu mengakibatkan dua dusun, yakni Dusun Pesawah, Desa Gununglurah; dan Dusun Karanggondang, Desa Sambirata; terisolasi. (ISTIMEWA/Tagana Banyumas)

Selain curah hujan tinggi yang mengakibatkan longsor, struktur tanah yang kurang padat juga mempunyai potensi yang sangat besar akan terjadinya tanah longsor.

Adanya Struktur batuan yang kurang kuat juga memperngaruhi longsor, selain itu karena jenis tata lahan, erosi tanah, dan beban tambahan seperti bangunan dan kendaraan yang lalu lalang.

Baca juga: Longsor dan Angin Kencang Landa 9 Wilayah di Banyumas, 4 Rumah Warga Rusak

Baca juga: Longsor Rusak Dua Rumah di Kaligondang Purbalingga, Warga Diminta Waspadai Longsor Susulan

Baca juga: Duh, Rumah Warga Hampir Ambles saat Tebing Sungai Longsor di Bantarsari Cilacap

Terjadinya peristiwa longsor juga memberikan dampak yang merugikan bagi kita, seperti adanya korban jiwa, kerusakan bangunan, timbulnya penyakit, dan masih banyak lagi.

Untuk itu masyarakat dapat segera melakukan antisipasi guna mengurangi resiko terjadinya tanah longsor, terutama bagi tinggal di daerah yang rawan, seperti:

1. Hindari pembangunan rumah di bawah lereng

Untuk pembuatan rumah carilah lokasi yang terbilang aman ketika hendak membangun rumah. Jika Anda memang sudah tinggal di daerah perbukitan, pilihlah lokasi yang kiranya aman dari jangkauan tanah jika terjadi longsor.

Dilasir dari earthsky usahakan bangunan sejauh mungkin dari kaki tebing, atau minimal berjarak 250 meter dari kaki lereng.

Baca juga: Diguyur Hujan Dini Hari, Sejumlah Wilayah di Banyumas Alami Banjir dan Longsor. Terparah di Banteran

Baca juga: Tebing Hutan Pinus di Malabar Cilacap Longsor, Jalur Majenang-Wanareja Hanya Bisa Dilalui Motor

Baca juga: Banjarnegara Rawan Longsor, Kearifan Lokal Yang Dikatakan Ganjar Ini Bisa Dilakukan untuk Mitigasi

2. Penanaman Pohon

Dikutip dari sumber informasi Kemnkes, dengan dilakukan penanaman pohon akan mempunyai perakaran yang dalam dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat diantaranya diseling-selingi tanaman pendek yang bisa menjaga drainase air.

Tebing di pinggir jalan penghubung Wanareja-Majenang longsor di Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Rabu (10/8/2022). Akibat longsor tersebut, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Tebing di pinggir jalan penghubung Wanareja-Majenang longsor di Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Rabu (10/8/2022). Akibat longsor tersebut, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. (ISTIMEWA/Kiriman Warga)

3. Tidak Mendirikan Bangunan Di Sekitar Sungai

Jika saat proses terjadinya hujan pada musim hujan dimana aliran sungai sangat deras dan volumenya besar maka dengan mudah terjadinya erosi dan berakibat terjadi longsor.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved