Berita Banyumas

Warga Banyumas Protes ke Dinsospermades karena Tidak Mendapat Bantuan Langsung Tunai

Beberapa orang warga di Banyumas tidak puas dengan pembagian bansos ini karena mereka tidak mendapatkan bantuan yang diharapkan.

Editor: Pujiono JS
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Buruh pabrik rokok PT Djarum menunjukkan uang bantuan langsung tunai (BLT) dari dana cukai yang baru saja diterima, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM secara masif sedang dilakukan oleh pemerintah.

Baca juga: Warga Somakaton Banyumas Mulai Terima BLT BBM, Antrean Menggunakan Nomor Urut

Baca juga: 845 Keluarga di Majenang Cilacap Mulai Terima BLT BBM, Partini: Alhamudillah, Terbantu Sekali

Baca juga: Warga Karangwangkal Banyumas Mulai Terima BLT BBM: Meski Tidak Cukup Tapi Alhamdulillah

Namun beberapa orang warga di Banyumas tidak puas dengan pembagian bansos ini karena mereka tidak mendapatkan bantuan yang diharapkan.

Untuk mempertanyakan hal tersebut, sejumlah warga mendatangi Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka mengadu karena tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rofik, seorang warga Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, mengatakan dia belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Baca juga: BLT Minyak Goreng untuk Warga Kudus Mulai Cair, Pengambilan Tak Boleh Diwakilkan

Baca juga: Siap-siap! Ganjar Salurkan BLT Minyak Goreng kepada Masyarakat Jateng

Baca juga: Warga Gebang Kendal Adukan Kades ke Kecamatan Soal Dugaan Penyelewengan BLT

"Saya tidak dapat (bantuan) apa-apa, padahal rumah saja belum punya, masih numpang di rumah mertua," Kata Rofik saat ditemui wartawan di Kantor Dinsospermades, Jumat (16/9/2022) seperti dikutip dari KOMPAS.com

Rofik datang ke Kantor Dinsospermades agar namanya dimasukkan sebagai penerima BLT BBM.

"Saya enggak komplain, cuma minta didaftarkan saja, diusulkan bagaimanapun caranya. Sudah ditanggapi, saya disuruh ke desa nanti Pak Kades yang ngusulin," ujar Rofik.

Kabid Pemberdayaan Sosial Penanganan Fakir Miskin Dinsospermades Banyumas Sunadi mengatakan, banyak warga yang mengadu. Selain melalui Lapak Aduan, juga datang langsung ke kantornya.

Baca juga: 182.500 Keluarga di Cilacap Bakal Terima BLT BBM, Bantuan Dicairkan Lewat Kantor Pos

Baca juga: Alhamdulillah. Bupati Banyumas Beri Bocoran Nominal BLT BBM Naik Jadi Rp 250 Per Bulan

Baca juga: Bupati Purbalingga Siapkan Operasi Pasar hingga BLT untuk Cegah Inflasi, Imbas Kenaikan Harga BBM

Untuk diketahui, Lapak Aduan merupakan layanan milik Pemkab Banyumas bagi masyarakat untuk mengadukan berbagai persoalan secara daring.

"Selain di Lapak Aduan, banyak juga yang ke sini terutama yang tidak dapat bantuan," kata Sunadi.

Sunadi menjelaskan, petugas akan mengecek nama warga yang datang ke kantornya sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau belum.

Pihaknya akan melakukan cross check apabila namanya sudah terdaftar, namun belum menerima BLT BBM.

Sebaliknya, apabila belum terdaftar akan diberi pemahaman bahwa pendataan itu dilakukan Kemensos. Pemkab sifatnya hanya melakukan monitoring. (**)

Baca juga: Pemerintah Mulai Salurkan BLT BBM Rp 600 Ribu, Begini Cara Mengecek Nama-nama Penerimanya

Baca juga: Ganjar Pantau Pembagian BLT Minyak Goreng di Kabupaten Pekalongan: Jangan Beli Rokok

Baca juga: BLT Minyak Goreng dan Sembako di Cilacap Mulai Disalurkan, Ribuan Warga Sudah Mencairkannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tak Dapat BLT BBM, Banyak Warga Banyumas Mengadu ke Dinsos

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved