Berita Purbalingga
Tak Lupakan Akar Keluarga, Bidan di Purbalingga Jadi Pembatik Usai Tunaikan Tugas Kesehatan
Bidan dan pembatik merupakan dua profesi yang dipilih untuk dijalani Rizky Purwitasari, saat ini.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Dalam sebulan, Ita bisa menjual hingga 20 lembar kain batik.
Baca juga: Rembang Penghasil Kopi di Purbalingga, Ini Keunggulan Kopi dari Tanah Kelahiran Jenderal Soedirman
Baca juga: 11 Destinasi Wisata Terdekat dari Bandara Purbalingga, Ada Peternakan dan Petik Stroberi
Selain penjualan offline atau luring di Purbalingga, pasar batik Ita telah merambah luar kota berkat penjualan online atau daring.
Dia memanfaatkan media sosial Facebook, Instagram, dan Tiktok, untuk memperluas pasar. Produk-produknya dipromosikan lewat akun Gallery Purwita.
"Penjualan melalui online dari teman-teman dinas dan instansi di sekitar wilayah Purbalingga lewat FB, IG, dan Tiktok."
"Untuk offline, biasa melalui teman-teman di dinas dan instansi di wilayah Purbalingga," imbuhnya.
Harga kain batik buatan Ita dipatok mulai Rp 125 ribu-Rp 200 ribu, proses pembatikan, cap murni atau kombinasi tulis.
Sedangkan untuk kain batik tulis murni, dibanderol mulai Rp 350 ribu, menyesuaikan kerumitan motif. (*)
Baca juga: Mengaspal di Sirkuit Baru, Pebalap Astra Honda Targetkan Podium ARRC Sugo
Baca juga: Burhanuddin dan Deolipa Tak Lagi Dampingi Bharada E. Terlalu Blak-blakan Ungkap Kasus Brigadir J?
Baca juga: Enam Rumah di Dukuh Salam Tegal Terbakar saat Penghuni Terlelap, Api Baru Padam setelah 3 Jam
Baca juga: Bupati Kena OTT KPK, Aktivitas ASN di Pemkab Pemalang Tetap Berjalan Normal