Berita Purbalingga

Rembang Penghasil Kopi di Purbalingga, Ini Keunggulan Kopi dari Tanah Kelahiran Jenderal Soedirman

Rembang tak hanya dikenal sebagai tempat kelahiran Jenderal Soedirman tetapi juga penghasil kopi di Kabupaten Purbalingga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/PEMKAB PURBALINGGA
Kopi Robusta Javanica milik Kopi Sitangkil merupakan satu di antara produk kopi hasil perkebunan di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Kopi ini diperkenalkan saat Gathering Rasa Soedirman yang diselenggarakan Dinporapar Purbalingga, Minggu (7/8/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kalau bicara Rembang Purbalingga, tentunya tidak akan terpisahkan dengan nama besar Jenderal Soedirman yang merupakan tempat kelahirannya.

Namun, selain dikenal sebagai kampung halaman sang jenderal besar, Rembang juga dikenal sebagai penghasil kopi di Kota Perwira.

Pegiat kopi dari Kecamatan rembang, Rudianto, mengatakan, kopi yang dikembangkan di Rembang adalah jenis robusta.

Menurutnya, kopi Rembang memiliki kekhasan, rasa pahit tipis, sedikit masam tapi manis, tekstur lembut, aromanya harum, serta bentuk biji kopi yang sedang.

Hal itu disampaikan Rudianto dalam gathering Rasa Soedirman yang diselenggarakan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Top! Purbalingga Ekspor Perdana Kopi ke Mesir, Biji Kopi Mentah Sebanyak 38,4 Ton

Baca juga: 11 Destinasi Wisata Terdekat dari Bandara Purbalingga, Ada Peternakan dan Petik Stroberi

Rudianto pun memanfaatkan keunggulan ini sebagai peluang berbisnis.

Dia mulai menjual kopi Rembang menggunakan brand Kopi Sitangkil. Dia menyediakan dua varian.

"Varian orisinal kami jual dengan nama Robusta Javanica. Juga, ada House Blend yang merupakan campuran dari kopi robusta Rembang dan arabika."

"Arabika berasal dari Gunung Malang atau Senggani Banjarnegara," ujarnya.

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas saat Kebakaran Kios HP dan Tempat Tinggal di Purbalingga

Baca juga: Warga Serbu Bandara JB Soedirman Purbalingga, Antusias Lihat Penerbangan Kembali Dibuka

Rudi menyediakan dua varian kopi tersebut dalam kemasan 100 gram.

Untuk robusta dijual Rp 15 ribu dan house blend dijual Rp 20 ribu.

Untuk campuran ini, Rudi mengombinasikan 70 persen robusta dan 30 persen arabika.

Dia bersyukur, bisnis kopi, saat ini, mulai menggeliat setelah dihantam pandemi Covid-19.

"Di tahun 2022 ini, kami mulai bergeliat. Harapannya, bisa meningkatkan penjualan kopi," ujarnya.

Dia berharap, kopi Rembang makin populer dan mengangkat nama Rembang serta Purbalingga sebagai Bumi Soedirman. (*)

Baca juga: Diterpa Isu Selingkuh, Bek PSIS Dewangga Banjir Dukungan. Aksi Sujud di Stadion Dipuji Suporter

Baca juga: Dipanggil Anak Majikan Tak Menjawab, ART di Tegalreja Cilacap Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Baca juga: Pertamina Buka Pos Aduan bagi Warga Terdampak Kebocoran Pipa di Jeruklegi Cilacap

Baca juga: Raih Juara Umum dengan 174 Emas, Nominal Bonus Atlet ASEAN Para Games Bakal Sama dengan SEA Games

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved