Berita Purbalingga
Top! Purbalingga Ekspor Perdana Kopi ke Mesir, Biji Kopi Mentah Sebanyak 38,4 Ton
kopi yang diekspor perdana dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah ini sebanyak 38,4 ton atau 2 muatan truk kontainer.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - UMKM Pribumi memulai ekspor perdana biji kopi robusta ke Mesir.
Peluncuran dan pelepasan ekspor perdana ditandai dengan prosesi pecah kendi oleh Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Agus Winarno di Halaman Pendopo Dipokusumo, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas dan Prokes, Polres Purbalingga Gelar Pertunjukan Wayang Bawor
Ketua UMKM Pribumi, Muhajirin mengungkapkan, kopi yang diekspor perdana dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah ini sebanyak 38,4 ton atau 2 muatan truk kontainer.
Biji kopi ini diserap dari para petani kopi berbagai kabupaten, termasuk Purbalingga.
"Kami sudah kontrak, sudah MoU (kerja sama) dengan buyer (pembeli) dari Mesir itu per bulan 10 sampai 15 kontainer dan kontrak sampai satu tahun.
Kami mampu, kita punya jaringan dan jaringannya tidak hanya di Purbalingga," kata Muhajirin dalam keterangan tertulis kepada Tribunbanyumas.com.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Purbalingga, Agus Winarno, mengapresiasi dengan adanya ekspor perdana kopi robusta ini.
"Mudah-mudahan perdananya ini ada kelanjutannya sampai never ending," katanya.
Menurutnya, pasar menjadi hal yang penting dalam bisnis.
Karena sebagus apapun produk tidak bisa menjual maka tidak bisa diuangkan.
"Dengan adanya ekspor, meski masih gabungan dari berbagai kabupaten kami berharap lama-lama akan didominasi oleh produk Purbalingga.
Karena berangkatnya dari Purbalingga dan pengusahanya juga dari Purbalingga sehingga petani Purbalingga yang diutamakan," terangnya.
Baca juga: Meleset dari Target, BUMD Purbalingga Bukukan Deviden Minus Hampir 15 Persen. Ini Penyebabnya
Baca juga: Ada Sejak Beberapa Tahun, Data di Website 18 Kecamatan di Purbalingga Tak Pernah Baru. Ini Solusinya
Dengan adanya ekspor ini, menandakan adanya kebutuhan kopi yang meningkat.
Hal ini juga akan mendorong secara backward linkage (keterkaitan) agar petani-petani kopi ini memproduksi kopi dengan kualitas yang diharapkan pembeli.
"Nah di sini sudah datang Kepala Dinas Pertanian tentu kewajiban bagi beliau untuk bagaimana membina petani kita agar menanam kopi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ekspor-purbalingga.jpg)