Berita Purbalingga

Tak Lupakan Akar Keluarga, Bidan di Purbalingga Jadi Pembatik Usai Tunaikan Tugas Kesehatan

Bidan dan pembatik merupakan dua profesi yang dipilih untuk dijalani Rizky Purwitasari, saat ini.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/PEMKAB PURBALINGGA
Bidan Rizky Purwitasari tengah memberi warna pada kain batik di galeri batik rumahnya di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (10/8/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bidan dan pembatik merupakan dua profesi yang dipilih untuk dijalani Rizky Purwitasari, saat ini.

Bidan di Purbalingga ini begitu mencintai batik karena tumbuh besar di lingkungan pembatik.

Wanita yang akrab disapa Ita ini lahir dari keluarga besar pembatik asal Majapura, Bobotsari. Mulai dari nenek, bude, dan saudara lain, akrab dengan canting dan malam.

Dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com dari Dinkominfo Purbalingga, Ita menceritakan, bisnis batik yang kini juga digeluti itu berawal dari rasa penasaran ingin mencoba membuat batik hingga akhirnya keterusan hingga kini telah menjadi bidan.

Walaupun berprofesi sebagai bidan, Ita tidak merasa kepayahan dalam membagi waktu.

Baca juga: Mie Ayam Ceker Pak Sikin Kalimanah Purbalingga Tak Pernah Sepi, Seporsi Jumbo Cuma Rp 12 Ribu

Baca juga: Petani Karangpucung Purbalingga Berhasil Kembangkan Melon Hidroponik, Siap Pasok Pasar Banyumas Raya

Dia memilih membatik siang hingga sore hari, setelah tugasnya sebagai bidan, rampung.

"Mulai membatik 2010-2011, menekuni batik sebagai profesi," ujarnya saat ditemui di galeri batiknya di Desa Kutawis, depan Puskesmas Kutawis, Rabu (10/8/2022).

Ita terjun langsung menangani proses pembuatan batik, mulai dari mencari bahan, membuat pola, pewarnaan, sampai bentuk kain jadi.

Meski begitu, untuk proses finishing, dia dibantu beberapa karyawan.

Batik yang dibuat Ita pun tak pakem. Kadang kala, dia membuat motif hasil konsultasi pada suami. Atau, sesuai permintaan pelanggan.

Ita melayani pembuatan batik tulis maupun cap.

Untuk batik tulis, satu lembar kain batik dihasilkan dalam waktu 2-3 hari.

Sementara, untuk batik cap, dalam satu hari, dia bisa menghasilkan 20-30 kain batik cap.

"Dengan adanya teknik pewarnaan yang modern membuat pewarnaan tidak serumit dahulu yang perlu pencelupan sampai beberapa kali," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved