Berita Purbalingga

Petani Karangpucung Purbalingga Berhasil Kembangkan Melon Hidroponik, Siap Pasok Pasar Banyumas Raya

Petani di Karangpucung, Purbalingga, berhasil mengembangkan empat jenis melon lewat sistem pertanian hidroponik.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi memanen melon hidroponik di Artansi Chandra Kahuripan, Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Purbalingga, Selasa (9/10/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Petani milenial yang tergabung dalam Area Pertanian Terintegrasi (Artansi) Chandra Kahuripan di Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, berhasil mengembangkan empat jenis melon lewat pertanian hidroponik.

Melon berkualitas premium ini pun siap dipasarkan dan dipasok untuk wilayah Banyumas Raya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Artansi Tri Bowo, saat panen perdana buah melon, Selasa (9/8/2022).

Acara panen perdana ini dihadiri pula Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Bowo mengatakan, buah melon hidroponik tersebut dikembangkan secara otodidak. Meski begitu, hasilnya tak mengecewakan.

Bahkan, tingkat kemanisan melon yang dihasilkan mencapai nilai 16. Angka ini melebihi tingkat kemanisan melon di supermarket, yang hanya maksimal sampai nilai sembilan.

"Kami mengembangkan empat jenis, yaitu inthanon, golden aroma, golden alisha, dan honey globe," katanya dalam rilis yang diterima, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Karier Cemerlang sebelum Jadi Tersangka. Irjen Ferdy Sambo Pernah Menjabat Kapolres Purbalingga

Baca juga: Warga Arenan Purbalingga Ditemukan Tewas, Diduga Jatuh dari Pohon Rambutan saat Mencari Pakan Ternak

Bowo mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pengepul buah di Banyumas Raya untuk memasarkan hasil panen tersebut.

Hal ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas melon. Terutama, menjaga tingkat kemanisan, bertahan minimal di angka 12.

"Untuk inthanon, dibanderol Rp 35 ribu per kilogram sedangkan untuk golden alisha Rp 30 ribu per kilogram," ujarnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi pergerakan kelompok petani milenial Desa Karangpucung.

Selain melon, mereka juga mengembangkan sayuran organik dan peternakan sapi.

Baca juga: Rembang Penghasil Kopi di Purbalingga, Ini Keunggulan Kopi dari Tanah Kelahiran Jenderal Soedirman

Baca juga: 11 Destinasi Wisata Terdekat dari Bandara Purbalingga, Ada Peternakan dan Petik Stroberi

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga Karangpucung.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan. Ini bisa menjadi pilot project desa dan kecamatan lain."

"Saya minta dinas terkait berkomunikasi dengan kementerian terkait agar kelompok tani ini lebih maju," katanya.

Kepala Desa Karangpucung Ratam, dalam sambutannya, berharap dukungan dari Pemkab Purbalingga untuk pengembangan kegiatan pertanian hidroponik di Karangpucung.

Saat ini, pihaknya membutuhkan green house lebih banyak lagi sehingga hasil pertanian lebih produktif.

"Saat ini, kami memiliki dua green house untuk melon. Minimal kami butuh satu lagi agar lebih produktif," ungkapnya. (*)

Baca juga: Tebing Hutan Pinus di Malabar Cilacap Longsor, Jalur Majenang-Wanareja Hanya Bisa Dilalui Motor

Baca juga: PSIS Semarang Tergabung di Grup B Elite Pro Academy Liga 1, Siapa Saja Lawan-lawannya?

Baca juga: Peternakan Ayam di Melung Banyumas Terbakar, Ratusan Ayam Ikut Terpanggang

Baca juga: Pemkab Demak Persilakan Komunitas Ikut Upacara 17 Agustus di Alun-alun. Daftar di Kesbangpolinmas

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved