Berita Banyumas

Kasus Stunting Banyumas Tembus 5000 Anak, Bupati Husein Minta OPD Turun Tangan Lakukan Penanganan

Kasus stunting di Banyumas mencapai 5.000 kasus. Seluruh pejabat di Pemkab Banyumas diharapkan turun tangan membantu menyelesaikan kasus stunting ini.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Humas Pemkab Banyumas
Bupati Banyumas Achmad Husein saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di GOR Satria Purwokerto, Minggu (24/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kasus stunting di Banyumas mencapai 5.000 kasus. Seluruh pejabat di Pemkab Banyumas diharapkan turun tangan membantu menyelesaikan kasus stunting ini.

Hal ini disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tingkat Kabupaten Banyumas di GOR Satria Purwokerto, Minggu (24/7/2022).

Dalam rilis yang diterima, Husein mengatakan, dari jumlah tersebut, 2000 kasus terjadi pada usia balita dan 3000 kasus terjadi pada anak-anak lebih dari lima tahun.

Menurut Husein, masalah stunting harus segera diselesaikan karena memiliki efek domino.

Penyelesaian stunting juga harus memiliki dasar dan langkah tepat.

Baca juga: Patok Angka Stunting di Banyumas Turun, Bupati Husein Targetkan 2024 Tinggal 14 Persen

Baca juga: Sobat Jarwo Purwokerto Banyumas Deklarasikan Dukungan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024

Di antaranya, pola asuh berkualitas, pola hidup bersih dan sehat yang diselesaikan secara berkepanjangan dengan terus menerus.

"Ibarat pohon, kalau akarnya kena dan diobati, maka akan tumbuh subur."

"Tetapi, kalau kita mengobati daunnya saja maka daunnya akan sembuh sedangkan akarnya tidak sembuh sehingga akan muncul daun-daun baru yang stunting."

"Oleh sebab itu, akar inilah yang sangat penting diselesaikan," kata Husein dalam sambutannya.

Husein pun meminta seluruh asisten dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Banyumas membantu menyelesaikan masalah stunting.

Terutama, mengidentifikasi satu per satu 5000 kasus yang ada.

"Dengan target Tahun 2045 Indonesia Emas, kita harus siapkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, tangkas, cepat, dan dapat bersaing di era globalisasi," katanya.

Baca juga: Warga Wangon Banyumas Keluhkan Pabrik Pengolahan Aspal. Hasilkan Debu, Bau Menyengat dan Picu Banjir

Baca juga: 49 UMKM Meriahkan Ngapak Festival di Purwokerto Banyumas, Diharapkan Ikut Dongkrak Transaksi Digital

Peringatan Harganas ke-29 tahun ini mengusung tema "Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting".

Acara tersebut juga dihadiri istri bupati Banyumas yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Erna Husein.

Juga, Ketua DPRD Banyumas Budhi Setiawan. Dalam sambutannya, Budhi mengatakan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan hingga berusia kurang lebih 2 tahun.

"Saya titip kepada generasi muda, dalam mencegah stunting, harus siap untuk 1000 hari pertama kehidupan anak dengan memenuhi gizi yang seimbang serta perawatan yang baik."

"Hindari pernikahan dini agar ibu sudah siap secara fisik saat memiliki anak," pesan Budhi.

Dalam peringatan Harganas ini turut dilakukan launching Program Dapur Sehat Antisipasi Stunting (Dahsat) yang dipimpin bupati dan ketua DPRD Banyumas. (*)

Baca juga: Makin Lengkap dengan Kolam Renang, Ini Fasilitas dan Harga Tiket Masuk Guci Forest Kabupaten Tegal

Baca juga: Sidik Jari Potongan Tangan di Kali Gede Ungaran Semarang Rusak, Polisi akan Lakukan Tes DNA

Baca juga: Hari Anak Nasional 2022 Purbalingga Meriah, Ada Nyanyi Trio bareng Bupati dan Bermain Egrang

Baca juga: Alhamdulillah, 370 Tempat Ibadah di Kudus Terima Dana Rp 9,5 Miliar untuk Renovasi dan Sarpras

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved