berita jateng

46 KK di Desa Perbatasan Jateng-Jabar di Cilacap Terima Bantuan Jambanisasi Pemprov Jateng

Kepedulian Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengurangi tindakan Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free

IST
berita jateng 21072022_1659 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kepedulian Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengurangi tindakan Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free, benar-benar serius. Hal itu dirasakan warga tidak hanya di daerah perkotaan, tapi juga di perbatasan Jateng-Jabar yakni di Kabupaten Cilacap.

Adalah warga di Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Cilacap. Di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Pangadaran, Jabar, diketahui telah menerima bantuan program jambanisasi Pemprov Jateng.

Kepala Desa Rawaapu Bambang Wiyantoro mengatakan, sebanyak 46 KK di desanya telah menerima bantuan jambanisasi Pemprov Jateng.

"Terima kasih kepada Pemprov Jateng umumnya dan khususnya kepada pak Gubernur (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) atas bantuan jambanisasi kepada KPM (keluarga penerima manfaat) sekitar 46 KK," kata Bambang di desanya, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Alhamdulillah, 268 Rumah di Purbalingga Kini Punya Jamban Pribadi Berkat Program SPALD-S

Bantuan itu, menurutnya, sebagai bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada masyarakat kendati mereka berada di daerah perbatasan paling barat, yaitu perbatasan Jawa Tengah dengan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

"Masih diberi kesempatan atau perhatian khusus dari Pemprov maupun dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo," ucapnya.

Bantuan jambanisasi itu juga turut berkontribusi mengubah perilaku BAB masyarakat setempat. Sebab, dari pantauannya, sebelum ada bantuan jambanisasi, warga BAB sembarangan di bantaran sungai.

"Sebelum adanya bantuan, BAB di becak (sejenis bangunan dari kayu di pinggir sungai untuk BAB). Sekarang hampir sudah tak terlihat lagi orang yang BAB sembarangan. Kita juga sudah canangkan bebas BAB sembarangan," ucapnya.

Baca juga: Warga Gemuruh Banjarnegara Menangis Histeris Didatangi Gubernur Ganjar: Pak, Dereng Gadah Jamban

Slamet Nurohman warga Dusun Cikadim Desa Rawaapu mengaku sebelum ada bantuan jamban, warga BAB di sungai. Bila malam hari, warga biasanya ke sungai bersama anggota keluarga lain. Mengingat mereka takut bila sendirian.

"Karena takut, gelap, licin. Terutama, takut ada ular. Di kampung biasanya banyak ular," tutur Slamet.

Kini setelah ada bantuan jamban, dia dan keluarga tak perlu lagi BAB di sungai. Keluarganya juga tak lagi khawatir BAB setiap saat di rumah.

"Sekarang lebih enakan. Enggak perlu ke mana-mana. Tenang di rumah, enggak kehujanan. Sudah nyamanlah intinya," ucap pria pembuat gula aren, di rumahnya.

Baca juga: Jembatan Utama Ambrol, Warga Jetak Cilacap Terpaksa Lewati Jembatan Bambu 22 Meter

Penerima bantuan jamban lain di Desa Mulyadadi, Kecamatan Cipari, Cilacap, Nasihatun, bahkan mengenang sebelum mendapat bantuan, dia terpaksa BAB di rumah tetangga berjarak sekitar 50 meter.

Bila malam hari tiba ketika itu, dia bersama anggota keluarga terpaksa menahan BAB mengingat mereka tak enak jika harus menumpang ke tetangga. Hal itu berlangsung sejak 10 tahun, dan baru berakhir setelah mendapatkan jamban."Numpang terus kan lama-lama enggak enak. Kalau malam mau numpang (BAB) ya malu," kata Nasihatun.

Kepala Desa Mulyadadi, Ghoyzin Asyururi mengatakan, di tempatnya terdapat 152 unit jamban diterima warganya pada 2019. Setelah menerima bantuan, warga kian tertib BAB.

Data Dinkes Jateng tercatat bansos stimulan jamban telah dibagikan sejak 2015 sampai sekarang, dengan jumlah totalnya 35 ribu paket jamban.

Per paket bantuan itu, terdiri atas semen, kloset, pipa paralon, bahkan Pemprov Jateng juga akan membagikan 7.181 ribu paket jamban gratis pada 2022.(*)

Baca juga: Bupati Cilacap Tatto Pamuji Diperiksa KPK, Jadi Saksi Kasus Dugaan Suap Budhi Sarwono

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved