Selasa, 19 Mei 2026

Berita Purbalingga

Alhamdulillah, 268 Rumah di Purbalingga Kini Punya Jamban Pribadi Berkat Program SPALD-S

Sebanyak 268 rumah di empat desa kini punya jamban atau WC pribadi setelah Dinrumkim Purbalingga menyelesaikan pembangunan SPALD-S di empat desa.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Purbalingga
Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Muda Dinrumkim Purbalingga mengecek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di desa penerima. Ada 268 rumah yang mendapat sambungan untuk memiliki jamban. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 268 rumah di empat desa kini punya jamban atau WC pribadi.

Hal ini terealisasi setelah Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinrumkim) Purbalingga menyelesaikan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di empat desa.

Kegiatan ini merupakan satu upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Purbalingga.

Pejabat Fungsional Teknik Penyehatan Lingkungan Muda, Dinrumkim Purbalingga, Wahyuningsih Suprapti, mengatakan, SPALD-S ini dibangun di empat desa, yakni Karangklesem, Langkap, Majatengah, dan Pekiringan.

Wahyuningsih mengatakan, pembangunan SPALD-S tahun 2022 ini berupa septictank atau sumur wc, paralon, tempat resapan, hingga bangunan yang telah tersalurkan ke 67 sambungan rumah (SR) di setiap desa, atau total 268 rumah.

Menurut Wahyuningsih, program ini dibiayani dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 469 juta per desa.

"Di tahun 2022 ini, kami dapat SPALD-S atau septictank individual sebanyak empat desa. Dan, setiap desa ada 67 rumah," jelasnya melalui rilis, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, 16 Peserta Pelatihan BLK Purbalingga Ikuti Uji Kompetensi di Semarang

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran akan Diabetes, Dinkes Purbalingga Cek Gula Darah 2.400 Warga

Baca juga: Membanggakan! Perenang Putri Purbalingga Zahra Okta Gondol 4 Medali Emas di Krapprov Jateng 2022

Program ini merupakan bagian dari upaya merealisasikan open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

Demikian juga memperbaiki kebiasaan pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat.

Sehingga, usai pembangunan ini, penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat dapat berkurang.

Dalam melaksanakan program sanitasi tersebut, Wahyuningsih mengungkapkan, Dinrumkim Purbalingga mengerahkan tenaga fasilitator lapangan (TFL) dengan kontrak selama 6 bulan.

Mereka akan melaksanakan tugas mulai dari perencanaan hingga membuat laporan pertanggungjawaban program.

"Pendampingnya adalah tenaga teknik dan pemberdayaan, untuk setiap dua desa ada satu tenaga teknik dan satu tenaga pemberdayaan."

"Ini direkrut sesuai ijazah dan pengalamannya, rata-rata mereka sudah berpengalaman 5 tahun," jelasnya. (*)

Baca juga: Bertemu Ganjar, Orangtua Kini Tunggu Nasib Kasus Nama 9 Peserta PPDB SMAN 1 Batang Hilang Misterius

Baca juga: Susunan atau Line Up Pemain PSIS Semarang Vs Arema FC Semifinal Piala Presiden

Baca juga: Kapten PSIS Semarang Ini Paling Sering Ketemu Bertanding Lawan Arema FC, Ini Yang Dikatakannya!

Baca juga: 5 Orang Warga Pemalang Tersambar Petir, 3 Tewas! Ini Kronologinya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved