Berita Batang

Bertemu Ganjar, Orangtua Kini Tunggu Nasib Kasus Nama 9 Peserta PPDB SMAN 1 Batang Hilang Misterius

Perwakilan orangtua sejumlah calon siswa baru SMA Negeri 1 Batang terus berjuang seusai nama anak mereka hilang dari jurnal PPDB online.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Orangtua calon siswa baru mendatangi SMA Negeri 1 Batang menemui komite sekolah, Kamis (7/7/2022). Mereka mengadukan dugaan kecurangaan setelah nama anak mereka, sembilan siswa, hilang dari jurnal PPDB tanpa ada pencabutan berkas pendaftaran. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Perwakilan orangtua sejumlah calon siswa baru SMA Negeri 1 Batang terus berjuang seusai nama anak mereka hilang dari jurnal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Setelah bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (6/7/2022), mereka meminta pihak sekolah menahan nama-nama siswa yang tiba-tiba muncul dalam jurnal, menggantikan nama anak-anak mereka.

Amarlina Cindani, orangtua satu di antara calon siswa baru mengungkapkan, Rabu, mereka mendatangi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah di Kabupaten Kendal yang menangui wilayah Batang, Pekalongan, dan Kendal, untuk mengadukan nasib.

Namun, ditempat tersebut, para orangtua tidak mendapatkan hasil karena pihak cabang tidak dapat lagi mengakses situs PPDB SMA negeri.

"Kemarin, kami ke Kendal, operator yang memegang wilayah Batang. Lalu, kami menuju ke Dinas Pendidikan Jawa Tengah di Semarang guna mengadukan kasus yang menimpa anak-anak kami," tutur Amarlina melalui pesan singkat, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Diduga Ada Peretasan, Nama 9 Calon Siswa Baru SMA Negeri 1 Batang Tiba-tiba Hilang dari Jurnal PPDB

Baca juga: Berbekal Kunci L, Warga Batang dan Kendal Bobol Toko dan Gondol Rokok Puluhan Bungkus

Saat beraudiensi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, mereka mendapat penjelasan bahwa data delapan siswa yang hilang akan dicek statusnya di website PPDB SMA/SMK Jateng.

Dari pengecekan akan terpantau detail pendaftaran hingga aktivitas sebelum penutupan.

Hasil pengecekan ini kemudian akan diteruskan ke kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Gubernur Jawa Tengah.

"Karena mengejar waktu, kami langsung ke kantor gubernur untuk pengaduan. Alhamdulillah, dua orang perwakilan wali murid sudah ketemu langsung pak Ganjar Pranowo dan menyerahkan data siswa."

"Nantinya, data akan dievaluasi dan dikaji ulang. Jadi, masih menunggu keputusan pak gubernur," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved