Berita Purbalingga

Tingkatkan Daya Saing, 16 Peserta Pelatihan BLK Purbalingga Ikuti Uji Kompetensi di Semarang

16 peserta pelatihan Kejuruan Garmen Apparel dari UPTD BLK Purbalingga mengikuti uji kompetensi kerja sama LSP BBPLK Semarang.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Pemkab Purbalingga
Para peserta mengikuti pelatihan kejuruan garmen apparel dari UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga untuk mengikuti uji kompetensi kerja bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPLK Semarang, Senin (4/7/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 16 peserta pelatihan Kejuruan Garmen Apparel dari UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga mengikuti uji kompetensi kerja sama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPLK Semarang, Senin (4/7/2022).

Uji kompetensi ini bertujuan meningkatkan daya saing tenaga kerja Purbalingga.

Kepala UPTD BLK Purbalingga Bambang Purwito menyampaikan, BLK memiliki fungsi sebagai wadah kegiatan pelatihan mendukung calon tenaga kerja supaya lebih siap kerja.

Utamanya, supaya lebih berkualitas dan berkompeten sehingga dapat bersaing di dunia kerja ataupun berwirausaha.

"Program sertifikasi kompetensi turut berkontribusi dalam meningkatkan serapan tenaga kerja. Lulusan BLK yang mengikuti sertifikasi memiliki peluang lebih besar dalam mendapatkan pekerjaan," ujarnya dalam rilis, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran akan Diabetes, Dinkes Purbalingga Cek Gula Darah 2.400 Warga

Baca juga: Membanggakan! Perenang Putri Purbalingga Zahra Okta Gondol 4 Medali Emas di Krapprov Jateng 2022

Sementara, Assesor Kompetensi Kerja dari LSP BBPLK Semarang Rafiq Anwar mengatakan, sertifikasi kompetensi merupakan pemberian sertifikat melalui uji kompetensi yang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Hal ini dilakukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah diberi lisensi.

Peserta pelatihan di BLK nantinya akan mendapatkan dua sertifikat, yaitu sertifikat pelatihan yang dikeluarkan BLK dan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan LSP.

Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu cara melakukan standarisasi sebuah profesi dan merupakan lambang dari sebuah profesionalisme.

"Nanti, outputnya setelah mereka mengikuti uji kompetensi. Peserta yang kami rekomendasikan kompeten, berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi."

"Ini merupakan pembuktian mereka, capaian mereka. Jadi, ketika di dunia industri nanti, mereka akan lebih diakui karena sertifikat yang dikeluarkan BNSP ini tarafnya diakui secara nasional," katanya.

Baca juga: 6 Kuliner Populer Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Purbalingga, Ada Soto hingga Gulai

Baca juga: Jaga Kualitas Sekolah akibat Sistem Zonasi, SMP Negeri 1 Purbalingga Terapkan Program Tutor Sebaya

BLK Purbalingga memiliki beberapa kejuruan yang dapat dipilih masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan.

Yakni, TIK (Program pelatihan Practical Office Advance dan Desain Grafis), Teknik Otomotif(Program pelatihan service sepeda motor injeksi), Teknik Las (Program pelatihan Plate Welder SMAW 2G/PA), Garmen Apparel (Program pelatihan Asisten Pembuat Pakaian), Teknik Refrigerasi (Teknik AC), Tata Kecantikan, dan Tata Boga. (*)

Baca juga: Cek Tol Semarang-Demak, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Ingatkan Kontraktor Soal Konstruksi

Baca juga: Spanduk MyPertamina Apakah Solusi Warnai Kuliah Umum Menteri BUMN Erick Tohir di Unsoed Purwokerto

Baca juga: Persija Cari Striker Lokal, Pemain PSIS Semarang Masuk Radar?

Baca juga: Presiden Jokowi Beberkan Survei Kinerja Polri saat Upacara Hari Bhayangkara: Harus Jadi Perhatian!

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved