Berita Banyumas

Jejak Seni Wayang Banyumasan Terekam di Museum Wayang Banyumas: Koleksi dari Bali hingga China

Tak hanya pertunjukan wayang yang masih lestari, di Banyumas juga berdiri museum khusus wayang. Lokasinya ada di Kota Lama Banyumas.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
Museum Wayang Banyumas tampak depan, Senin (11/7/2022). 

Indra mengatakan, gamelan di museum tersebut merupakan pemberian Bupati ke-26 Banyumas Poedjadi Jaringbandayuda.

Gamelan terbuat dari perunggu dengan laras slendro.

Pada tahun 1989, Yayasan Sendang Mas menyerahkan pengelolaan museum wayang ini kepada Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, hingga saat ini.

Di dalam museum wayang ini, terdapat berbagai macam wayang, baik wayang kulit Banyumasan maupun wayang kulit daerah Bali yang memiliki ciri khas wayang Hindu-Budha, wayang Cirebon beraliran dakwah Islam, wayang Surakarta (Solo), juga wayang dari negeri China.

Indra mengatakan, jumlah wayang kulit yang dimiliki museum ini cukup banyak sehingga tidak dapat semuanya di pamerkan.

Sebagian disimpan pada kota berukuran besar. Secara bergantian, wayang-wayang itu dipamerkan di etalase.

"Untuk wayang-wayang ini, memang tidak boleh disentuh sehingga pengunjung cukup melihat dari kaca lemari saja," imbuh Indra.

Satu di antara koleksi paling berharga di museum tersebut adalah wayang kulit asli berumur lebih dari 100 tahun.

Menurut Indra, semua koleksi museum ini merupakan bagian dari pendukung dan media edukasi.

Pemandu Museum Wayang Banyumas Triyono Indra menunjukkan koleksi wayang, Senin (11/7/2022).
Pemandu Museum Wayang Banyumas Triyono Indra menunjukkan koleksi wayang, Senin (11/7/2022). (TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH)

Selain, melihat koleksi museum, pengunjung juga dapat mencoba menabuh gamelan yang ada di musem.

"Kebanyakan, yang sering berkunjung ke sini adalah para pelajar yang ingin belajar langsung," ungkap Indra.

Selain wayang, bersebelahan dengan ruangan koleksi perwayangan, ada juga benda-benda kuno yang dipajang.

Benda-benda ini di antaranya bebatuan, kayu, besi, atuapun logam kuno berusia ratusan tahun, yang didapat dari wilayah Banyumas.

"Benda-beda ini didapatkan dari wilayah Banyumas, ada juga benda purbakala yang didapatkan dari Desa Papringan," imbuh Indra.

Agar informasi terkait koleksi benda-benda ini tersampaikan, pengunjung akan didampingi pemandu saat berkeliling museum. (*)

Baca juga: Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, Ini yang Dilakukan Pertamina Cegah Migrasi Pengguna ke Elpiji 3 Kg

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Rabu 13 Juli 2022: Rp 1.001.000 Per Gram

Baca juga: Ganjar Bicara Blak-blakan Dampak Lingkungan kepada Pelaku Usaha Galian C di Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved