Berita Banyumas

Dindik Banyumas Minta Ada SMA Negeri Baru, Irawati: Tidak Harus 1 Kecamatan 1 Tapi Ada Pemerataan

Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas berharap ada pemerataan pembangunan SMA/SMK negeri di wilayah mereka.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Pengendara melintas di depan SMA Negeri 2 Purwokerto Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Selasa (24/5/2022). Dindik Banyumas berharap ada pembangunan SMA negeri baru untuk pemerataan kesempatan siswa mendapat sekolah negeri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas berharap ada pemerataan pembangunan SMA/SMK negeri di wilayah mereka.

Hal ini diperlukan untuk meminimalkan diskriminasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi.

Diberitakan sebelumnya, dalam sebuah unggahan di media sosial Facebook, diungkap dari 245 lulusan SMP Negeri 1 Cilongok, Banyumas, hanya 1 orang yang diterima di sekolah negeri.

Hal ini diduga terjadi karena penerapan PPDB sistem zonasi yang memperhitungkan jarak sekolah dengan rumah siswa.

Sementara, di Kecamatan Cilongok tak ada SMA/SMK negeri yang bisa dituju lulusan SMP di wilayah tersebut.

Mereka harus mendaftar ke SMA/SMK dan bersaing dengan lulusan kecamatan tetangga, semisal Ajibarang.

Baca juga: Diduga Tak Ada SMA Negeri, Mayoritas Lulusan SMP di Cilongok Banyumas Terpaksa ke Sekolah Swasta

Baca juga: Jauh dari SMA Negeri, Siswa Cilongok Banyumas Disarankan Daftar Lewat Jalur Prestasi atau Afirmasi

Sebelum penerapan zonasi, lulusan SMP di Cilongok masih berpeluang diterima di SMA negeri di Ajibarang.

Saat ini, peluang mereka bersekolah di sekolah negeri semakin kecil.

Mayoritas lulusan SMP di daerah itu kini melanjutkan pendidikan ke SMK swasta yang ada.

Terkait hal ini, Kepala Dindik Banyumas Irawati berharap ada pembangunan di wilayah yang belum memiliki sekolah negeri.

Selain di Cilongok, Irawati mengatakan, kecamatan lain yang tak memiliki SMA negeri di antaranya Kecamatan Sumbang, Kembaran, Gumelar, dan Lumbir.

"Kasus seperti itu bukan hanya terjadi di Cilongok, ada banyak, seperti di Kecamatan Sumbang, Kembaran, Gumelar, Lumbir juga tidak ada SMA Negeri."

"Contoh, kalau di Kembaran biasanya masuknya zona Baturraden atau Sokaraja, sementara Lumbir bisa saja siswa mendaftar di SMA Wangon."

"Begitu juga siswa yang di Gumelar maka daftar SMA nya bisa di Ajibarang," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (6/7/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved