Breaking News:

Berita Banyumas

Diduga Tak Ada SMA Negeri, Mayoritas Lulusan SMP di Cilongok Banyumas Terpaksa ke Sekolah Swasta

Sistem zonasi PPDB tingkat SMA/SMK negeri diduga memicu diskriminasi lulusan SMP di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Istimewa
ILUSTRASI. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sistem zonasi membuat lulusan SMP di Kecamatan Cilongok, Banyumas, kesulitan mendapatkan kuota di sekolah negeri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri kembali menimbulkan diskriminasi.

Di Banyumas, beredar informasi, lulusan dari SMP Negeri 1 Cilongok yang diterima di SMA Negeri hanya satu orang. Padahal, tahun ini, SMP tersebut meluluskan 245 siswa.

Kabar ini diunggah admin akun Facebook Banyumas News, Selasa (5/7/2022).

Kondisi ini terjadi diduga akibat sistem zonasi berbasis kecamatan. Akibatnya, Cilongok yang tak memiliki SMA negeri harus mengirim lulusannya ke daerah lain, di antaranya Ajibarang.

Meski begitu, pada akhirnya, banyak lulusan SMP di Cilongok yang melanjutkan pendidikan ke SMK swasta yang ada di wilayah tersebut.

"Cilongok sudah tidak masuk zonasi SMA di Ajibarang sehingga siswa SMP di Cilongok kesulitan apabila ingin mendaftar ke SMAN Ajibarang karena zonasinya hanya sampai Desa Cikidang," kata kepala SMP Negeri 1 Cilongok Trisnatun kepada Tribunbanyumas.com, Selasa.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Buntu-Banyumas, Libatkan Truk dan 3 Mobil, Terdengar Ledakan Ban

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Besi Balok Terjun ke Jurang di Jalur Banyumas-Buntu di Kejawar

Ia mengatakan, dari 245 lulusan SMP Negeri 1 Cilongok, mayoritas memang melanjutkan ke SMK swasta.

"Kalau daftar ke SMA, sudah jadi urusan anak anak. Memang aturan zonasinya seperti itu."

"Belum kami lacak kemana saja. Tahun lalu, lebih banyak masuk ke SMK negeri dan swasta di Cilongok," katanya.

Namun demikian, pihaknya mengakui, ada juga lulusannya yang bersekolah di SMA 5 Purwokerto dan SMA 3 Purwokerto.

Untuk data terbaru lulusan tahun ini, pihaknya masih menunggu tahun ajaran baru.

Terkait adanya informasi di media sosial yang menyatakan hanya ada satu siswa yang diterima di SMA negeri, Trisnatun belum dapat mengonfirmasi.

"Status di Facebook adalah asumsi pribadi tanpa data, kalau hanya satu orang yang diterima di SMA negeri, saya kurang percaya dan perlu konfirmasi lagi ke anaknya," jelasnya.

Baca juga: Gelar Demo di Alun-alun Purwokerto, Mahasiswa di Banyumas Desak Pemerintah Buka Draf RKUP Ke Publik

Baca juga: Gula Rempah Jadi Andalan Bisnis Warga Ketanda Banyumas, Dijual hingga Hong Kong

Pihaknya membenarkan benar, tahun ini, ada 245 siswa yang lulus. Namun, tidak setuju apabila hanya ada satu siswa yang diterima di SMA.

"Memang Cilongok sudah tidak masuk zonasi SMA Ajibarang."

"Tapi, kalau diterima hanya satu, saya kira belum bisa dipastikan, di konfirmasi lebih lanjut," imbuhnya.

Sementara itu Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan, penerapan sistem zonasi memang menjadi persoalan untuk wilayah Cilongok.

"Oleh karena itu, yang kami harapkan, di Cilongok segera ada SMA negeri."

"Karena, wilayah Cilongok itu luas sehingga dengan zonasi otomatis tidak bisa diterima di Purwokerto atau di Ajibarang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved