Berita Banyumas
Gula Rempah Jadi Andalan Bisnis Warga Ketanda Banyumas, Dijual hingga Hong Kong
Gula rempah menjadi produk unggulan warga Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Gula rempah menjadi produk unggulan warga Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.
Bahkan, gula dari nira ini telah dikenal hingga mancanegara.
Produksi gula rempah di Kentada ini diproduksi warga, khususnya di wilayah RT 01 RW 02.
Mereka memproduksi bersama dalam wadah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Rempah.
Ketua KUB Sari Rempah Muslihun mengatakan, sebelumnya, warga di wilayah tersebut sudah memproduksi gula nira sebagai gula cetak dan gula kristal.
Kemudian, muncul permintaan seorang pedagang dari Jakarta untuk memasok gula rempah.
Akhirnya, pada 2017, mereka mulai mengembangkan dan memproduksi gula rempah.
Muslihun mengatakan, gula rempah Sari Rempah sudah diekspor ke mancanegara sehingga produk ini sudah memiliki standar kualitas tinggi.
"Produksi ini tidak bisa dihentikan karena pasarnya sudah luas. Kami sudah pasarkan ke seluruh Pulau Jawa, luar pulau, hingga ke mancanegara, semisal Hongkong. Jadi, harus ada stok untuk persiapan bila ada pesanan banyak," ungkapnya.
Baca juga: Dua Tahun Libur, Pasar Malam di Alun-alun Banyumas Dibuka Lagi. Langsung Diserbu Warga
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner Tradisional Banyumas Beserta Alamat, Patut Dicoba!
Baca juga: Cara Komisi C DPRD Jateng Lestarikan Budaya Banyumas: Gelar Pentas Seni Libatkan Seniman Lokal
Muslihun mengatakan, dalam memproduksi gula rempah berkualitas, mereka mendapat pendampingan dari CV Inagro Jinawi.
Pendampingan tak hanya dilakukan saat produksi gula tetapi sejak dari lahan atau saat penderesan nira berlangsung agar standar ekspor terpenuhi.
Muslihun menambahkan, setiap petani nira juga telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Mengingat, pekerjaan mereka menderes nira memiliki risiko tinggi kecelakaan.
"Setiap tahun, ada pengawas sertifikasi untuk perpanjangan izin. Jadi, kalau ada temuan yang tidak sesuai standar akan fatal," jelasnya.

Gula rempah produksi warga Ketanda tersedia dalam beberapa pilihan, di antaranya gula gula rempah jahe emprit, jahe merah, kapulaga, kunyit asem, dan temulawak.