Berita Banyumas
Jauh dari SMA Negeri, Siswa Cilongok Banyumas Disarankan Daftar Lewat Jalur Prestasi atau Afirmasi
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah meminta siswa tak terpaku pada sistem zonasi untuk bisa masuk ke SMA/SMK negeri pilihan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah meminta siswa tak terpaku pada sistem zonasi untuk bisa masuk ke SMA/SMK negeri pilihan.
Mereka bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari lewat jalur prestasi atau mendaftar melalui jalur afirmasi (bagi siswa tidak mampu).
Hal ini diungkapkan Kasi SMA Cabang Dinas 10 Provinsi Jateng, Dwi Sucipto, menanggapi banyak lulusan tak tertampung di sekolah negeri karena jarak dengan rumah sangat jauh. Seperti yang terjadi di Cilongok, Banyumas.
Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial Facebook mengungkapkan, hanya ada 1 siswa SMP Negeri 1 Cilongok yang diterima di SMA negeri. Padahal, lulusan sekolah tersebut mencapai 245 siswa.
Ini terjadi, diduga karena Cilongok jauh dari lokasi SMA negeri yang menerapkan sistem zonasi.
Dari data Disdik Jateng, Dwi mengatakan, ada tujuh kecamatan di Banyumas yang tak memiliki SMA negeri.
"Di Banyumas, ada tujuh kecamatan yang tidak ada SMA, seingat saya di antaranya di Cilongok, Kembaran, Sumbang, Lumbir, Gumelar."
"Disarankan agar jangan selalu mengandalkan zonasi, memang bisa dicoba jalur afirmasi dan prestasi," terangnya.
Baca juga: Diduga Tak Ada SMA Negeri, Mayoritas Lulusan SMP di Cilongok Banyumas Terpaksa ke Sekolah Swasta
Baca juga: Spanduk MyPertamina Apakah Solusi Warnai Kuliah Umum Menteri BUMN Erick Tohir di Unsoed Purwokerto
Pihaknya mengatakan, tidak ada zonasi khusus namun ada aturan seleksi dan ranking.
Siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga bisa memanfaatkannya untuk menghindari jalur zonasi jarak tempat tinggal
"Siswa yang mendaftar dari Cilongok ke Ajibarang itu boleh dan bisa. Tapi, memang kemungkinan besarnya adalah tergeser (karena jarak cukup jauh)," katanya.
Terkait sistem zonasi yang membuat banyak siswa tak bisa masuk sekolah negeri, Dwi mengatakan, pembangunan sekolah baru dimungkinkan namun bukan solusi utama.
Ia mempertegas, tidak diterimanya siswa dalam satu wilayah karena zonasi bukan berarti satu daerah itu harus memiliki SMA.
"Tidak harus selalu ada satu kecamatan satu SMA negeri karena kita pertimbangkan juga apakah ada SMK atau sekolah swasta lain," jelasnya.
Ia mencontohkan, SMA Negeri di Ajibarang memiliki daerah zonasi sampai Cilongok dan Pekuncen.