Berita Solo

Seorang Napi Rutan Solo Mencoba Kabur, Gagal setelah Ditemukan di Atap Dapur

Usaha Rahmat Fauzi kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Solo, Senin (4/7/2022) sore, gagal.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
ISTIMEWA/Dok Rutan Klas I Solo
Tangkap layar rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan tahanan Rutan Klas I Solo mencoba kabur pada Senin (4/7/2022) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Usaha Rahmat Fauzi kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Solo, Senin (4/7/2022) sore, gagal.

Tahanan yang harus menjalani hukuman 2 tahun penjara atas kasus penucurian mobil itu ditemukan di atas genting dapur tahanan, setelah bersembunyi di kamar mandi masjid rutan.

Kepala Rutan Klas I Solo Urip Dharma Yoga menjelaskan, percobaan kabur itu dilakukan Fauzi sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu, petugas menggelar apel dan dilanjutkan pengecekan serta penghitungan penghuni sel.

"Saat penghitungan itulah diketahui pelaku tidak ada di kamar blok," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: Jadwal Penutupan dan Jalan Alternatif saat Jembatan Mojo Solo Diperbaiki

Baca juga: Resmi! Dream Theater Bakal Manggung di Stadion Manahan Solo 10 Agustus 2022. Ini Harga Tiketnya

Baca juga: Kekecewaan Suporter Persis Solo di Piala Presiden: Wes Pokoke Awuren, Ini Tanggapan Pelatih Jacksen!

Dia menyampaikan, setelah itu, petugas pengamanan langsung menutup akses pintu utama.

Sebagian petugas juga bergerak melakukan pengecekan di setiap sudut Rutan Klas I Solo.

"Petugas di empat pos juga membunyikan lonceng tanda ada kejadian penting atau siaga satu," jelasnya.

Setelah melakukan penelusuran, tim reaksi cepat menemukan Fauzi berada di atas genting ruang dapur.

"Kami lalukan pendekatan secara persuasif agar warga binaan ini turun dari genting. Alhamdulillah, tidak ada perlawanan dan warga binaan bisa kami amankan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Bachtiar Oktaffiandi menambahkan, warga binaan itu awalnya bersembunyi di kamar mandi masjid yang berada di dalam kompleks rutan.

Saat petugas melalukan pengecekan di sel blok, lanjut Bachtiar, pelaku diam-diam memanjat pagar pembatas dalam lalu naik ke genting bangunan utama menuju masjid dan dapur.

"Warga binaan lalu kami amankan dan dilakukan introgasi awal," ujarnya. (*)

Baca juga: Alhamdulillah, Dana Transportasi Ketua RT dan RW di Kota Semarang Naik Rp 150 Ribu Mulai 2023

Baca juga: Puan Maharani Singgung Kekalahan PDIP dari PKB di Kabupaten Tegal, Curiga Ada Kader Setengah Kopling

Baca juga: Rumah Warga Bulusari Cilacap Ludes Terbakar, Gabah 7 Kuintal dan Uang Rp 12 Juta Ikut Ludes

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, 16 Peserta Pelatihan BLK Purbalingga Ikuti Uji Kompetensi di Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved