Berita Semarang

Sekolah dan Kantin di Kota Semarang Sudah Boleh Buka, Wali Kota: Asal Semua Sudah Vaksin Booster

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memperbolehkan kantin sekolah kembali buka saat tahun ajaran baru nanti.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ditemui seusai Semarang Night Carnival (SNC) 2021, Rabu (17/11/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memperbolehkan kantin sekolah kembali buka saat tahun ajaran baru nanti.

Dia juga mensyaratkan, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dilakukan setelah guru dan murid telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga.

Rencananya, tahun ajaran baru di Kota Semarang dimulai 11 Juni 2022.

Namun, wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan, pembukaan kantin diperbolehkan setelah ada lampu hijau dari pemerintah pusat.

"Saya sampaikan ke teman-teman, kantin boleh buka kalau memang kebijakan pusat sudah memperbolehkan. Kita lihat situasi lapangan, (kalau) memungkinkan, saya tidak masalah," terang Hendi, Selasa (5/6/2022).

Baca juga: Diduga Tercemar Limbah, Jutaan Bandeng Milik Petambak Bandeng di Tambaklorok Semarang Mati

Baca juga: 5367 Lulusan SD di Kota Semarang Tak Tertampung di SMP Negeri, Disdik: Bisa Ke Sekolah Swasta Gratis

Hendi mengingatkan, protokol kesehatan tetap harus diterapkan.

Selain itu, seluruh pihak yang ada di sekolah, mulai guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga pengelola kantin, diharapkan sudah melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

"Penekanannya, ya mereka harus segera vaksin booster. Jadi, saya berharap, semua petugas di sekolah, termasuk peserta didiknya, sudah menyelesaikan vaksin ketiga," pintanya.

Adapun pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya mangkal di depan sekolah, Hendi juga tidak melarang.

Dengan catatan, tidak mengganggu ketertiban umum.

Hanya saja, pihaknya menyerahkan kebijakan itu kepada masing-masing sekolah.

"Kalau PKL di depan sekolah, kalau saya sih boleh saja tapi nanti kebijakan masing-masing sekolah. Kami serahkan kepada kepala sekolah."

"Yang penting, tidak mengganggu ketertiban umum dan bisa menjaga makanan supaya bersih dan sehat," terangnya.

Dia berpesan, semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, tahun ajaran baru nanti, bisa menjaga diri dan meminimalkan penularan Covid-19 di sekolah.

Baca juga: Bagi yang Suka Tawuran di Kota Semarang, Ada Kesempatan untuk Jadi Atlet Tinju

Baca juga: Tak Diterima di SMP Negeri? Ini Pilihan SMP Swasta Gratis di Kota Semarang

Pasalnya, pandemi belum berakhir. Kasus Covid-19 di Kota Semarang juga masih ada.

"Kalau bilang kasus naik, ya memang naik tapi mereka yang kena juga cepat sembuh. Jadi, sekarang, tinggal bagaimana masing-masing menjaga diri."

"Kalau seandainya tidak fit, ya jangan dekat-dekat dengan teman lain," paparnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Muhammad Ahsan mengingatkan kepada semua peserta didik dan petugas kantin tetap menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga meminta petugas kantin untuk menyediakan makanan yang bergizi.

"Kami harap, kantin sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan, layanan lebih baik, dan memberikan jaminan kesehatan untuk menu makanan yang dijual," ucapnya. (*)

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran akan Diabetes, Dinkes Purbalingga Cek Gula Darah 2.400 Warga

Baca juga: Alasan Pelatih PSIS Semarang Lebih Pilih Yofandani Isi Starting Line-up Ketiimbang Ray Redondo

Baca juga: Diduga Tak Ada SMA Negeri, Mayoritas Lulusan SMP di Cilongok Banyumas Terpaksa ke Sekolah Swasta

Baca juga: Hadapi Kejahatan Berbasis Teknologi, Presiden Jokowi Minta Polri Selangkah Lebih Maju

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved