Olahraga Semarang
Bagi yang Suka Tawuran di Kota Semarang, Ada Kesempatan untuk Jadi Atlet Tinju
Pertina Kota Semarang berencana akan membentuk wadah guna menampung pihak-pihak yang suka dengan tindak kekerasan, khususnya pelaku aksi-aksi tawuran.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: mamdukh adi priyanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pertina Kota Semarang berencana akan membentuk wadah guna menampung pihak-pihak yang suka dengan tindak kekerasan, khususnya pelaku aksi-aksi tawuran di kalangan pelajar.
Wadah tersebut untuk mengarahkan hobi tawuran ke arah yang lebih positif dengan cara yang lebih sportif dan sah secara hukum yakni menjadi atlet tinju.
Seperti diketahui, kepengurusan persatuan tinju Kota Semarang periode 202/2026 baru terbentuk.
Ketua Pertina Kota Semarang terpilih, Rahmulyo Adi Wibowo menyebut, pihaknya ingin sekolah-sekolah kejuruan di Kota Semarang memiliki sasana tinju.
"Boleh dibilang saya ini pelaku tawuran jaman saya sekolah STM.
aya juga merasa menyesal hingga akhirnya kemudian kita merusak barang orang, merusak mobil dan lain-lain.
Ketika saya jadi Ketua Pertina, saya berpikir kenapa tidak buat ring saja," kata Rahmulyo, Minggu (3/7/2022).
Baca juga: PSIS Semarang di Piala Presiden: Semifinal, Kami Datang! Arema FC Menunggu
Soal rencana membentuk event guna menampung pelajar yang suka dengan aksi tawuran merupakan terobosan yang akan dipromosikan Pertina ke depan.
"Ajang ini nanti juga termasuk juga bagian dari penjaringan atlet.
Orang yang suka berantem itu pasti punya mental," kata Rahmulyo.
Selain fisik, mental petarung diakui Rahmulyo sebagai salah satu hal yang menjadi dasar penting bagi seorang atlet bela diri.
"Nah sekarang bagaimana mental ini diwadahi menjadi petinju boleh, kick boxing boleh, silat boleh, tapi ini diwadahi.
Lebih keren," ungkapnya.
Baca juga: Diiringi Salawat Suporter saat Adu Pinalti, PSIS Semarang Melaju ke Semifinal Piala Presiden 2022
Menurut Rahmulyo, pontensi atlet bela diri tinju khususnya di Kota Semarang memang perlu untuk digali lagi agar ke depan akan ada lagi petinju Kota Semarang yang disegani.
"Saya yakin di Semarang pasti masih ada pelaku tawuran.