Berita Banyumas

Penjual Luar Daerah Ngotot Masuk, Pasar Hewan di Banyumas Ditutup sampai 18 Juni 2022

Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Banyumas menutup dua pasar hewan di wilayah tersebut mulai Sabtu (4/6/2022).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI. Keramaian di Pasar Hewan Ajibarang Banyumas, Rabu (22/7/2020). Pasar hewan ini rencananya ditutup dua pekan mulai Sabtu (4/6/2022) untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Banyumas menutup dua pasar hewan di wilayah tersebut mulai Sabtu (4/6/2022).

Penutupan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) itu dilakukan dua pekan hingga 18 Juni mendatang.

Langkah ini diambil lantaran banyak sapi dari luar daerah, masuk ke pasar hewan di Banyumas dalam kondisi suspek penyakit mulut dan kuku.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakkan Banyumas Jan Aririjadi mengatakan, dua pasar hewan yang ditutup yaitu Pasar Hewan Ajibarang dan Sokaraja.

"Makin ke sini makin banyak sapi yang kami tolak (masuk ke pasar). Banyak sapi masuk yang sudah sakit jadi kami suruh keluar. Dari pada menular, (pasar) kami tutup dua pekan," kata Jan saat dihubungi, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Mulai Pekan Depan, Dua Pasar Hewan di Banyumas Ditutup Sementara untuk Cegah Penularan PMK

Baca juga: Tak Putus Asa! Nardi, Difabel Banyumas, Kreatif Bikin Wayang Karton. Terjual hingga Luar Jawa

Baca juga: MUI Banyumas Imbau Warga Jeli Pilih Hewan untuk Kurban Terkait Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku

Baca juga: Polda Jateng Sita 14.630 Liter Minyak Goreng Curah Kemasan Botol, Siap Edar di Banyumas dan Malang

Sesuai aturan yang berlaku, kata Jan, sapi milik pedagang lokal yang akan masuk pasar harus lolos cek kesehatan petugas.

Sedangkan untuk pedagang dari luar kota, selain lolos cek kesehatan juga harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sapi yang dibawanya.

"Tapi, ternyata, banyak yang enggak bawa SKKH jadi malah gontok-gontokan sendiri dengan petugas di pasar," ujar Jan.

Menurut Jan, hingga Kamis, ada 37 ekor sapi di Banyumas suspek PMK.

Sebelumnya, tiga ekor sapi juga dinyatakan positif terjangkit PMK.

"Sebanyak 37 ekor itu ada di luar pasar (di kandang milik peternak atau pedagang). Kalau yang di pasar, banyak, itu yang kami tolak-tolak," kata Jan.

Terkait pembukaan kembali pasar hewan, kata Jan, nantinya, tergantung dari hasil evaluasi selama dua pekan ke depan.

"Kalau memungkinkan, kami buka, tergantung kasusnya," ujar Jan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Ditemukan Sapi Suspek PMK, Pasar Hewan di Banyumas Ditutup 2 Minggu".

Baca juga: Ganjar Serahkan Bantuan Keuangan kepada 9 Partai Politik di Jateng, Mana yang Terbanyak?

Baca juga: Adik di Kebumen Tega Bunuh Kakak dan Ipar, Terlaksana setelah Direncanakan Empat Bulan

Baca juga: Ril…Mamah Titipkan Kamu dalam Penjagaan dan Perlindungan Terbaik dari Pemilikmu yang Sebenarnya

Baca juga: Gubernur Ganjar Kabarkan Prediksi BMKG Potensi Terjadinya Gelombang Tinggi, Daerah Ini Siap-siap!

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved