Berita Magelang

Lakukan Penipuan Berkedok Arisan Online, 2 Warga Magelang Ditangkap Polisi. Keuntungan Rp 1 Miliar

Dua warga Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, RI alias Pranjak (29) dan FF alias Bong (28), ditangkap polisi.

Editor: rika irawati
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi penipuan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Dua warga Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, RI alias Pranjak (29) dan FF alias Bong (28), ditangkap polisi atas penipuan berkedok arisan online.

Keduanya mengaku menjalankan aksi ini setelah mempelajari dari media sosial Instagram.

Kapolres Magelang Mochammad Sajarod Zakun mengungkapkan, kedua tersangka beraksi sejak Oktober 2020 dengan nama Arisan Aiko.

"Modusnya, menggunakan nama orang lain sebagai peserta fiktif yang berperan sebagai peminjam atau orang yang dibiayai."

"Agar peserta mengira, orang dalam arisan tersebut memang benar adanya peminjaman."

"Sehingga, (peserta) menyerahkan uang modal kepada tersangka. Padahal, uang dipakai pribadi oleh tersangka," jelas Sajarod, Jumat (20/05/2022), dikutip dari Tribunsolo.com.

Baca juga: Bandar Arisan Online Jepara Dituntut 4 Tahun Penjara, Tipu 33 Korban dengan Kerugian Rp 2,7 Miliar

Baca juga: Rumah Kakak Tersangka Arisan Bodong di Demak Dibobol Maling, Sofa, Jam Dinding, Baju Kotor Raib

Baca juga: Ribuan Orang Penuhi Sepanjang Jalan Mendut hingga Borobudur Magelang, Nantikan Parade Waisak

Baca juga: Piala Uber: Profil Bilqis Prasista, Atlet Junior dari Magelang Kalahkan Tunggal Putri Terbaik Dunia

Ia melanjutkan, untuk berpura-pura menjadi peserta fiktif, para tersangka menggunakan nomor handphone khusus sebagai identitas atas nama orang lain agar peserta lain tidak curiga.

Sementara, dari hasil penyelidikan pihak kepolisan, tersangka mengaku mendapatkan referensi membuat arisan online bodong dari Instagram .

"Mereka juga mempelajari cara kerja, metode, pola, dan mekanisme arisan lewat sistem menurun, termasuk dari mana admin mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Sementara itu, tersangka FF mengaku meraup keuntungan hingga Rp 1 miliar dari penipuan itu.

"Ada 50 orang yang mengikuti arisan ini, semuanya dari Magelang."

"(Setorannya) paling rendah Rp 1,8 juta dan paling tinggi Rp 50 juta. Uang itu, akan diputar lagi dipinjamkan ke orang lain," urainya.

Atas tindakan tersebut, kedua tersangka dikenai Pasal 378 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukumdengan memakai nama palsu, martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan.

Pasal 372 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Penipu Arisan Online Berkeuntungan Rp1 Miliar di Magelang Ditangkap, Pelaku Belajar dari Instagram.

Baca juga: Sosok Pelatih PSIS Semarang Belum Juga Diumumkan, Yoyok: Tunggu Sampai Tiba di Indonesia

Baca juga: Indonesia Bertahan di Peringkat 3 Klasemen Medali SEA Games 2021, Unggul Tiga Emas dari Singapura

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Sabtu 21 Mei 2022: Rp 1.024.000 Per Gram

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved