Berita Banyumas
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Banyumas Larang Sementara Masuknya Sapi dari Luar Daerah
Dinas Perikanan dan Peternakan Banyumas melarang masuknya ternak dari luar daerah menyusul temuan tiga sapi positif penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Banyumas melarang masuknya ternak dari luar daerah menyusul temuan tiga sapi positif penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kebijakan ini, terutama berlaku di pasar hewan.
"Pasar hewan, smeentara melayani pedagang lokal. Dari luar daerah Banyumas tidak boleh berkumpul di pasar hewan," terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinkannak Kabupaten Banyumas Yan Ariwidadi, Kamis (19/5/2022).
Yan mengatakan, pengawasan keluar masuk hewan ternak terus dilakukan. Pengawasan ini juga melibatkan pihak kepolisian.
Baca juga: Polda Jateng Temukan 59 Hewan Ternak di 4 Kabupaten Positif Penyakit Mulut dan Kuku, 3 Mati
Baca juga: Penyakit Mulut Kuku Hewan Ternak Muncul di Sejumlah Daerah di Jateng, Ini Tindakan Ganjar!
Baca juga: Miris! Remaja di Banyumas Bobol Sekolah dan Kantor Desa, Tertangkap setelah Beraksi di SDN 2 Pliken
Baca juga: Bermain di Alun Alun, Warga Banyumas Tak Bermasker Lagi, Ini Tanggapan Mereka
Pihaknya juga menerjunkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk mengecek kesehatan ternak, baik di pasar hewan maupun ke kandang-kandang peternakan warga.
"Ada dua (puskeswan) di Banyumas dan Cilongok. Puskeswan Banyumas untuk Pasar Hewan Sokaraja dan Puskeswan Cilongok untuk pengawasan di Pasar Hewan Ajibarang," terangnya.
Bila nantinya ditemukan hewan ternak terindikasi PMK, petugas akan memberi obat dan peternak diminta melakukan isolasi.
"Isolasi sendiri oleh pemilik hewan dan akan diberi desinfeksi untuk memutus penyebaran," tambahnya.
Menurut Yan, hewan yang terjangkit PMK, secara medis, dapat diobati dengan pengobatan suportif, lewat cara pemberian vitamin, antibiotik, injeksi, dan penambah nafsu makan pada hewan.
Yan memastikan, belum ada tambahan kasus PMK di Banyumas.
Tiga sapi yang pekan lalu dinyatakan positif PMK juga telah dipotong.
"Sampai saat ini, kejadian pada ternak sapi yang sudah positif uji laboratorium, ada tiga sapi perah, sudah dipotong," kata dia.
Hasil penelusuran, tiga sapi positif PMK tersebut berasal dari Jawa Timur.
Ketiganya menunjukkan gejala di antaranya suhu tinggi, keluar air liur dari mulut, kuku lepas, dan hasil tes positif dari laboratorium.
Soal daging dan susu dari sapi positif PMK, Yan memastikan, masih aman dikonsumsi asal dimasak matang. Karenanya, dia meminta masyarakat tak khawatir.
Yan memastikan, penyakit PMK tidak menular ke manusia.
"Kalau susu, jangan kelamaan masaknya. Untuk daging, jangan setengah matang, harus sudah matang masaknya," katanya.
Baca juga: Gagal Melaju ke Final SEA Games, Begini Kata Shin Tae-yong setelah Indonesia Kalah 0-1 dari Thailand
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 20 Mei 2022: Rp 1.012.000 Per Gram
Baca juga: Ombudsman Jateng Buka Posko Pengaduan PPDB, Laporan Bisa Disampaikan via Daring
Baca juga: Waspada! BMKG Prediksi Jateng Dilanda Cuaca Ekstrim hingga 21 Mei, Ini Sebaran Daerahnya
Yan juga meminta pedagang dan tempat pejagalan selalu selektif membeli sapi. Utuk sementara, mereka diminta tak membeli sapi dari wilayah Jawa Timur yang memiliki temuan terbanyak kasus PMK pada sapi.
Kondisi ini dipastikan tak mempengaruhi stok ternak untuk Hari Raya Iduladha di Kabupaten Banyumas.
"Insyaallah aman, petugas sudah mendata, lumayan banyak stok, sudah ada, misalnya sapi Madura dan sapi Bali. Sebelum kejadian PMK, sudah banyak sapi masuk Banyumas dan sehat," imbuhnya.
Harga Daging Tak Terpengaruh
Sementara, temuan kasus penyakit mulut dan kuku di Pasar Hewan Banyumas, pekan lalu, tak mempengaruhi harga dan penjualan daging sapi di pasar tradisional.
Di Pasar Wage Purwokerto misalnya, harga daging sapi masih tinggi.
"Tidak ada pengaruhnya, sejauh ini, harganya masih Rp 140.000 per kilogram. Sehari masih bisa jual 10 kilogram daging," ungkap Sarni, penjual daging Sapi di Pasar Wage, Kamis. (*)