Senin, 20 April 2026

Berita Banyumas

Pemekaran Provinsi Banyumas Raya, Apa Kata Para Akademisi?

Namun, akan disusun kembali desain besar penataan daerah (Desartada) yang isinya berapa jumlah provinsi, kabupaten, kota.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
tribunbanyumas/ima
Anggota DPD RI, Abdul Kholik saat memaparkan materi terkait kondisi Jawa Tengah, terutamba Jateng bagian selatan di acara FGD terkait pemekaran Provinsi Banyumas Raya di UMP 

Berbeda dengan yang ada di kota, akses ke pemerintah provinsi gampang, mengundang menteri mudah.

Kita yang di daerah sulit mengundang menteri ke kampus," ucapnya.

Selain itu, jarak dari Banyumas ke ibukota provinsi yakni Kota Semarang cukup jauh, padahal banyak keperluan yang harus diurus.

"Saya ini kan bidangnya hukum pidana, kalau ada sidang harus ke Semarang, berangkat dari Purwokerto jam 5 pagi, sampai sana ternyata sidangnya diundur siang, kan sudah capek," tegasnya.

Baca juga: Kontraktor di Banyumas Ditangkap, Bobol Bank Jateng Purwokerto Rp 1,9 Miliar Pakai Dokumen Palsu

Sementara, Taufik Purboyo akademisi Unwiku Purwokerto mendukung adanya pemekaran Provinsi Banyumas Raya atau Jateng selatan dengan mempertimbangkan 3 hal.

Yakni meliputi keinginan atau kebutuhan, visi yang jelas untuk kemakmuran rakyat, dan infrastruktur yang memadai.

"Ini jangan hanya pemekaran kabupaten saja, tapi jadikan provinsi sekalian.

Saya punya cita-cita Banyumas menjadi Provinsi Banyumas Raya," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved