Rabu, 15 April 2026

Berita Banyumas

Pemekaran Provinsi Banyumas Raya, Apa Kata Para Akademisi?

Namun, akan disusun kembali desain besar penataan daerah (Desartada) yang isinya berapa jumlah provinsi, kabupaten, kota.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
tribunbanyumas/ima
Anggota DPD RI, Abdul Kholik saat memaparkan materi terkait kondisi Jawa Tengah, terutamba Jateng bagian selatan di acara FGD terkait pemekaran Provinsi Banyumas Raya di UMP 

Dalam memaparkan materi, Abdul Kholik membagi 3 zona di Jateng, yakni Jateng utara dengan porosnya di Semarang, Jateng bagian timur porosnya di Solo dan Jateng bagian selatan porosnya di Purwokerto.

"Temuan awal di konstitusi, Jateng butuh pendekatan baru paling tidak basisnya 3 poros," ucapnya.

Poros Jateng bagian selatan ini selaras dengan wacana pemekaran Provinsi Banyumas Raya atau Jateng Selatan.

Abdul Kholik menambahkan, terkait dengan prospek pemekaran Provinsi Banyumas (Jawa Selatan) akan lebih menarik bila cakupan wilayahnya meliputi Banyumas dan Kedu.

Wilayah tersebut, kata dia, akan lebih kuat potensi di agroindustri, pariwisata, dan maritim.

Dengan penguatan tersebut, paling tidak disparitas antara Jateng sisi selatan dan utara tidak terlalu jauh.

Baca juga: Tak Kuat Menanjak di Flyover Kretek Brebes, Dump Truck Mundur hingga Tabrak Dua Mobil

Dalam diskusi kali ini, ada tiga narasumber utama, yakni Rektor UMP, Jebul Suroso; Anggota DPD RI, Abdul Kholik; dan Direktur Banyumas Institute UMP, Prof Sugeng.

Hadir dalam diskusi para akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, UMP, Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku).

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas yang juga akademisi UMP, Ahmad Darmawan menjelaskan fungsi pemerintah yang paling mendasar adalah pelayanan.

Pemerintah memberikan kepuasan kepada masyarakat terhadap pelayanan.

Dengan adanya pemekaran wilayah akan disambut gembira masyarakat karena dapat mendekatkan masyarakat kepada pelayanan provinsi yang akan mengefisienkan waktu maupun biaya.

Baca juga: Beri Masukan di Musrenbang, PPDI Purbalingga Minta Pemkab Perbanyak Pelatihan Produktif bagi Difabel

Sedangkan menurut perspektif ekonomi, pemekaran akan meningkatkan pertumbuhan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi baru akan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.

"Dalam hal ini yang perlu dipertimbangkan yakni pengeluaran, dan adanya peluang kerja yang meningkat," imbuhnya.

Guru besar Unsoed, Prof Hibnu Nugroho menegaskan bahwa adanya pemekaran daerah Banyumas Raya atau Jateng bagian selatan, akan berdampak positif pada bidang pendidikan, terutama universitas.

"Unsoed, Unwiku, UMP itu kan adanya di daerah tingkat dua.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved