Berita Purbalingga
Beri Masukan di Musrenbang, PPDI Purbalingga Minta Pemkab Perbanyak Pelatihan Produktif bagi Difabel
Perwakilan PPDI Purbalingga meminta pemerintah Kabupaten Purbalingga memperbanyak pelatihan produktif bagi difabel.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Purbalingga meminta pemerintah Kabupaten Purbalingga memperbanyak pelatihan produktif bagi difabel.
Mereka juga meminta pemkab melengkapi area publik dengan fasilitas yang ramah difabel.
Hal ini disampaikan Herwindo Tri Setya, perwakilan PPDI Purbalingga saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Purbalingga Tahun 2023, di Gedung Operoom Graha Adiguna, Selasa (29/3/2022).
Menanggapi permintaan ini, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan, pihaknya terus berupaya melengkapi fasilitas umum agar ramah difabel.
Dia memberi contoh, bangunan Pemkab Purbalingga yang telah dilengkapi jalur khusus kursi roda.
"Fasilitas parkir dan fasilitas kursi roda untuk memfasilitasi penyandang disabilitas di pendopo sudah ada dan alun-alun yang masih dalam tahap pembangunan."
"Juga, bangunan baru seperti gedung DPRD, nantinya akan dibangun agar gedung tersebut ramah terhadap penyandang disabilitas," jelas bupati yang akrab disapa Tiwi itu, dalam rilis yang diterima, Rabu (30/3/2022).
Baca juga: Pekerja Pemanen Padi di Purbalingga Tiba-tiba Ambruk, Saksi Sempat Lihat Petir Menyambar Sabit
Baca juga: Ingin Minimalkan Kebocoran Retribusi, Pemkab Purbalingga Siapkan Elektronifikasi Keuangan
Baca juga: Bupati Purbalingga Klaim Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal, PR Sekarang Tangani 2 Desa Tertinggal
Baca juga: Spiritus Tumpah Kena Celana, Bocah di Purbalingga Alami Luka Bakar saat Main Petasan Jemblungan
Begitu pula, soal bantuan bagi difabel. Hanya saja, menurut Tiwi, saat ini, bantuan yang diberikan kepada difabel bukan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas tetapi berupa uang tunai.
Hanya saja, Tiwi mengaku, belum semua penyandang disabilitas mendapat bantuan.
Saat ini, bantuan diprioritaskan kepada difabel kurang mampu.
"Bansos kepada penyandang disabilitas berupa program bantuan yang sumber dananya dari APBD Kabupaten, yakni berupa bantuan Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB)."
"Bantuan ini diberikan berupa uang senilai Rp 300 ribu per bulan," katanya.
Tiwi pun meminta PPDI Purbalingga memberikan masukan dan data difabel kurang mampu yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
Dia meminta PPDI menyerahkan data dan berkoordinasi langsung dengan Dinas Sosial (Sinsos) setempat.
Tiwi mengatakan, Pemkab Purbalingga juga terus berupaya menjadi kabupaten yang ramah anak.