Berita Purbalingga

Tegas Larang Peredaran Daging Anjing, Pemkab Purbalingga Diganjar Penghargaan dari DMFI

Kabupaten Purbalingga menerima penghargaan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dari Yayasan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kesejahteraan Hewan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Kepala Dinpertan Purbalingga Mukodam (tiga dari kanan) menerima penghargaan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dari Yayasan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kesejahteraan Hewan, Kamis (17/3/2022). Penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Purbalingga menjadi daerah yang steril dari peredaran dan perdagangan daging anjing. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga menerima penghargaan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dari Yayasan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kesejahteraan Hewan.

Penghargaan ini diserahkan perwakilan koalisi DMFI Internasional dari Humane Society International USA, bersama dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Kementerian Pertanian.

Penghargaan tersebut diterima Pemkab Purbalingga yang diwakili Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga Mukodam, di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Kamis (17/3/2022).

Mukodam mengatakan, penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Purbalingga termasuk daerah yang steril dari peredaran atau perdagangan daging anjing.

Hal ini berkat komitmen Bupati Purbalingga yang menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 035/10540 Tanggal 1 Oktober 2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing.

Dari pantauan Dinpertan, sejak terbitnya SE Bupati tersebut, dalam tiga tahun belakangan, tidak ditemukan lagi adanya penyembelihan, penjualan, dan perdagangan daging anjing.

"Bahkan, di Purbalingga, tidak ada warung makan yang khusus menyajikan daging anjing," ungkap Mukodam dalam rilis yang diterima, Kamis.

Baca juga: Pandansari Purbalingga Berkomitmen Jadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Ini yang Dilakukan

Baca juga: Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan yang Melibatkan Tiga Kendaraan di Bukateja Purbalingga

Baca juga: Warga Rembang Purbalingga Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Sakit Menahun

Baca juga: BUMDes di Purbalingga Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak Setara Solar dan Bensin

Hal itu disampaikannya saat acara DMFI Awards 2022, Celebrating Dog Meat-Free Cities and Regencies in Central Java: Protecting Public and Animal Health & Safety.

Mukodam juga menjelaskan, melalui SE tersebut, Purbalingga tidak ingin seperti beberapa daerah lain yang melegalkan daging anjing.

SE tersebut dibuat dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.

"Anjing bukanlah hewan ternak dan konsumsi. Sehingga, tidak layak untuk dikonsumsi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hewan," katanya.

Di samping memberi larangan terhadap peredaran/perdagangan daging anjing, SE tersebut juga memberikan pengarahan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, dan kepala desa untuk turut menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

"Perlu edukasi terkait adanya risiko penularan zoonosis akibat mengonsumsi daging anjing," katanya.

Ia menghimbau masyarakat tetap menjaga agar Purbalingga menjadi kabupaten yang bersih dari peredaran dan perdagangan daging anjing.

SE Bupati tersebut juga mengamanatkan agar siapapun yang mendapati adanya peredaran dan atau perdagangan daging anjing di Purbalingga agar melaporkan kepada pejabat yang berwenang. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Fukushima Jepang Kembali Dilanda Gempa: Tokyo Sempat Gelap Gulita, Kereta Shinkansen Tergelincir

Baca juga: Bus Persiku Rusak Dilempar Batu, Pemkab Kudus Minta Manajemen Bertanggung Jawab: Itu Aset Pemerintah

Baca juga: Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Desa Weton Kulon-Pesuruan Kebumen Putus

Baca juga: Banjir di Permukiman Gebangsari Banyumas Mulai Surut, Warga Mulai Mancing di Sawah

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved